22. Kehilangan

1989 Words

Rindi menatap sebuah peti mati di depannya dengan sedih, saat kedua bola matanya menatap sebuah foto yang ada di depan rumah itu. Rumah yang pernah dia tempati meskipun hanya semalam, namun mengajarkan dirinya banyak hal. Orang itu, kini sudah meninggalkan semua orang selamanya. Menyisakan hal paling menyakitkan untuk kehidupan mereka karena saat ini mereka diberikan cobaan kehilangan. Beberapa orang sudah mulai berdatangan dengan menangis karena sangat mengenal siapa orang yang berada di balik peti mati itu. Tawanya, candanya, senyuman manisnya, dan caranya untuk melakukan apapun menurut Rindi merupakan hal yang tidak pernah bisa dimiliki oleh orang lain. Rindi memeluk tubuhnya sendiri dengan tenaga yang tak tersisa. Air matanya hampir kering karena sejak tadi terus menangis. Bukan karen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD