Kembali ke Rumah

1113 Words
Keesokan Harinya.. Di Kediaman Aditya Hartawan.. "Sudah siap semua sayang ?" tanya Aditya Hartawan. "Sudah mas, Titah juga sudah ada di mobil kok..", jawab Arini Hartawan. "Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang ke bandara." kata Aditya Hartawan. "Iya mas.." sambung Arini Hartawan. Bandara Soekarno Hatta.. "Hati-hati di jalan ya dhi mas, diajeng.." kata Renaldi yang mengantar Aditya Hartawan ke bandara.. "Iya kang mas, assalamu'alaikum." kata Aditya Hartawan. "Wa'alaikumussalam.." Renaldi menjawab salam dari Aditya Hartawan. Keesokan Harinya.. British Commonwealth, Kanada Di Kediaman Aditya Hartawan.. "Kamu sudah tidur ya sayang, capek ya sayang?" tanya Arini Hartawan ketika melihat anaknya tidur. "Assalamu'alaikum.." Aditya Hartawan memberikan salam pada Arini Hartawan. "Wa'alaikumussalam.." Arini Hartawan menjawab salam dari Aditya Hartawan. "Titah tidur ya sayang?" tanya Aditya Hartawan. "Iya mas, tidurnya lelap sekali" jawab Arini Hartawan. "Ya sudah kita ke ruang tengah yuk." ajak Aditya Hartawan. "Iya mas.." kata Arini Hartawan patuh. "Jo, Paijo.." panggil Renaldi. "Nggih pak Aditya, enten menapa?" tanya Paijo. "Tolong buatkan kopi ya." pinta Aditya Hartawan. "Laksanakan pak Aditya." kata Paijo patuh. "Kamu lagi apa sayang?" tanya Aditya Hartawan. "Ini lho aku lagi mencari sekolah untuk Titah, mas.." jawab Arini Hartawan. "Oh.." seru Aditya Hartawan. "Ya.." sambung Arini Hartawan. Lima Menit Kemudian.. "Amit pak Aditya, niki kopinya." Paijo menghidangkan kopi buatannya untuk Aditya Hartawan. "Oh ya, terimakasih ya jo.." kata Aditya Hartawan. "Sami-sami mangga diunjuk pak.." sambung Paijo. "Alhamdulillah ketemu sekolah untuk Titah, mas.." kata Arini sembari menunjukkan sesuatu di HP miliknya pada Aditya Hartawan. "Kapan kamu mau ke sana sayang?" "Insyaallah besok atau lusa mas, terserah mas saja." "Besok saja, ke kantor kan bisa agak siangan." "Oh gitu ya sudah, terserah mas Aditya saja. Aku ikut saja." "Kamu ngapain jo, kok masih ada disini?" "Saya mau bertanya lagi pak Aditya pada bu Arini, karena pak Aditya dan bu Arini sedang ngobrol, lebih baik saya tunggu disini saja sampai bapak dan ibu selesai." "Benar itu mas, menyela pembicaraan seseorang itu tidak baik, tidak sopan, kalau kata ibu itu saru atau tidak punya tata krama." "Oh iya benar katamu sayang, ya sudah kamu mau tanya apa ke istri saya?" "Saya mau tanya, makan malam hari ini mau makan apa, dan bahannya tidak ada di dapur bu Arini?" "Hari ini nggak usah masak, kita makan di luar, semuanya ikut termasuk kamu dan Cengek ya. Oh ya satu lagi kamu lihat Titah di kamarnya gih sudah bangun apa belum." pinta Aditya Hartawan. "Laksanakan pak Aditya, permisi." kata Paijo patuh. "Kalau memang mau makan malam di luar bagaimana kita belanja saja sekalian mas?" Arini Hartawan memberikan ide pada suaminya. "Boleh sayang, kita pergi sekarang saja yuk." ajak Aditya Hartawan. "Yuk.. Eh tapi Titah, mas.." "Ya sudah yuk kita ke kamarnya Titah saja kalau begitu sekarang." ---- "Lik jo, Titah sudah siap, yuk.." kata Titah. "Oh nggih cah ayu." sambung Paijo. "Assalamu'alaikum.." Aditya dan Arini Hartawan memberikan salam pada Paijo dan Titah. "Wa'alaikumussalam.." Paijo dan Titah menjawab salam dari Aditya dan Arini Hartawan. "Oh sudah siap kamu sayang, ya sudah kamu dan lik jo tunggu di depan dulu ya, nanti mami dan papi nyusul, sekalian ajak bi Cengek ya." pinta Arini Hartawan. "Siap mi.." kata Titah patuh. "Oke.." seru Aditya dan Arini Hartawan. ---- "Selesai tinggal sepatu." kata Arini Hartawan. "Sayang sudah selesai atau belum?" tanya Aditya Hartawan. "Sudah mas Aditya tinggal sepatunya saja yang belum mas Aditya." jawab Arini Hartawan. "Sepatunya yang mana, biar mas bantu cari sayang?" "Yang itu loh mas.." "Yang itu lho, yang mana sayang?" "Yang biasa ku pakai pergi-pergi itu lho mas.." "Yang hitam ya sayang ?" "Bukan mas, yang biru lho mas.." "Oh yang biru, yang warna kesukaan kamu itu ya sayang ?" "Iya mas.." "Aku bantu cari deh.." Empat Puluh Lima Menit Kemudian.. "Duh.., mami dan papi mana sih lama sekali." keluh Titah. "Yuk berangkat.." ajak Arini Hartawan. Aditya Hartawan dan keluarga pergi keluar rumah untuk makan malam, sementara itu di dalam penjara Sugeng Danu memikirkan keadaan anaknya di rumah, karena anaknya di rumah sendirian hanya dengan pembantu saja, sedangkan istrinya menceraikannya di saat Sugeng Danu berada di dalam sel penjara. Dan tujuh belas tahun kemudian, Aditya Hartawan dan keluarga kembali ke Indonesia. Titah juga melanjutkan kuliahnya di Universitas Garuda. 17 Tahun Kemudian.. Jakarta, Indonesia Di Kediaman Pak Aditya Hartawan.. "Akhirnya tujuh belas tahun sudah berlalu ya mah.. Aditya, Arini dan Titah akan pulang ke Indonesia." kata Renaldi saat mendapatkan kabar kepulangan Aditya Hartawan dan keluarga. "Iya nal, sebentar lagi Aditya dan keluarga akan kembali ke Indonesia, mama jadi nggak sabar ingin bertemu dengan cucu mama, Titah." sambung nenek Sri Hartawan. ---- "I finally come back to my house." kata Titah yang baru saja sampai do depan rumah. "How do you love Titah, have it back to your house, Indonesia?" tanya Aditya Hartawan. "Of course dad, it's so happy to get back home, house that I always miss.." jawab Titah. "Already applied into the house." kata Arini Hartawan. "Okay mom.." sorak Aditya dan Titah bersamaan. "Assalamu'alaikum.." Aditya Hartawan dan keluarga memberikan salam. --- "Wa'alaikumussalam.." Renaldi menjawab salam. "Siapa pah?" tanya Amanda. "Enggak tahu, coba lihat keluar yuk.." jawab Renaldi. "Ya sudah ayo kita lihat diluar ada siapa yuk.." kata Renaldi. "Kalian saja yang lihat keluar ya, mama tunggu didalam saja." sambung nenek Sri Hartawan. ---- "Assalamu'alaikum.." Aditya Hartawan dan keluarga memberi salam. "Wa'alaikumussalam.." Renaldi, nenek Sri Hartawan dan Amanda menjawab salam. "Om Aditya.." sorak Amanda yang terlihat senang ketika melihat paman dan keluarga nya ada di depan rumahnya. "Iya sayang.." kata Aditya Hartawan. "Eh bocah satu ini, Manda. Yuk masuk ke dalam." kata Renaldi. "Iya pah.." seru Amanda. "Ya sudah kangen-kangenannya didalam saja, yuk masuk ke dalam." ---- "Siapa ngger?" tanya nenek Sri Hartawan. "Tamu mah.." jawab Renaldi. "Assalamu'alaikum.." Aditya Hartawan dan keluarga memberikan salam. "Wa'alaikumussalam.." nenek Sri Hartawan menjawab salam dari Aditya Hartawan dan keluarga. "Anak-anak ku dan cucuku.." kata nenek Sri Hartawan yang langsung memeluk dan mencium cucu dan juga anak serta menantu nya. "Iya mah.." kata Arini Hartawan. "Iya mah, yah.." sambung Aditya Hartawan. "Kalian pulang kenapa nggak telepon ke rumah atau telepon kakakmu, kan kalau kalian kabari bisa di jemput tadi." "Enggak boleh sama Titah nih mah.." "Oh.." "Kamu sudah besar ya sekarang Titah, dan cantik. Hehe.." kata nenek Sri Hartawan ketika melihat Titah yang berada di hadapannya. "Kamu kuliah semester berapa tah?" tanya Rendi. "Baru mau masuk kuliah om." jawab Titah. "Oh.. Baru mau kuliah." "Dan Titah akan kuliah di sini, bukan cuma itu saja mah, kita sekeluarga akan pindah lagi ke Indonesia." kata Aditya Hartawan. "Serius kamu ngger. Arini benar itu?" tanya nenek Sri Hartawan penasaran. "Iya mah, benar kita semua akan pindah ke Indonesia lagi." jawab Arini Hartawan. "Alhamdulillah rumah rame lagi dong. Hehe...." "Iya dong yah.." "Ya sudah yuk kita makan siang dulu." "Iya mah.."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD