Tujuh belas sudah berlalu dan Sugeng Danu juga sudah bebas dari penjara serta Sugeng Danu juga sudah menikah lagi.
Di Kediaman Pak Sugeng Danu..
"Silvy mana mah?" tanya Sugeng Danu.
"Tunggu sebentar ya pah, saya panggil di kamarnya dulu ya.", jawab Astari Danu.
"Iya mah, Citra.." panggil Sugeng Danu.
"Ya pah, kenapa ?" tanya Citra.
"Bagaimana pelajaran kamu di sekolah, bisa mengikuti pelajaran nya gak ?"
"Bisa dong pah.."
"Alhamdulillah." Sugeng Danu mengucap rasa syukur mendengar jawaban dari putrinya.
----
"Silvy.." panggil Astari Danu.
"Iya mah, kenapa?" tanya Silvy.
"Makan siang dulu di tunggu papa mu." jawab Astari Danu.
"Papa sudah pulang mah, tumben." kata Silvy dengan heran.
"Sudah, papa pulang untuk makan siang lalu nanti kembali ke kantor lagi, katanya ada meeting sama klien."
"Oh gitu.."
"Iya, ya sudah cepat ke meja makan ya."
"Iya mah.." seru Silvy.
Di Kediaman Pak Aditya Hartawan..
"Mah.." panggil Aditya Hartawan.
"Iya kenapa nak?" tanya nenek Sri Hartawan.
"Amanda kuliah kan ya?" tanya Aditya Hartawan.
"Iya dit.." jawab nenek Sri Hartawan.
"Oh ya Manda kamu kuliah dimana?" tanya Aditya Hartawan lagi.
"Kita kuliah di.." jawab Amanda yang di potong oleh Arini Hartawan.
"Mas ingat ini kan di meja makan nanti saja di bahasnya ya, sekarang kita makan siang dulu, tidak apa-apa kan Manda?" tanya Arini Hartawanyang memotong jawaban dari Amanda.
"Iya tante, enggak apa kok. Tante juga benar ini kan meja makan bukan ruang keluarga, ya sudah lanjut makan siangnya yuk tante." jawab Amanda.
"Oke.." seru Arini Hartawan.
Di Kediaman Pak Sugeng Danu..
"Siang pah.." sapa Silvy.
"Siang juga sayang, bagaimana sudah menemukan kampus untuk kuliah?" tanya Sugeng Danu.
"Sudah dong pah.." jawab Silvy.
"Oke kalau begitu nanti sepulang papa dari kantor papa mau lihat daftar kampusnya ya.." kata Sugeng Danu.
"Iya pah.." sambung Silvy.
"Ya sudah kalau begitu kita lanjut makan siangnya, habis ini papa mau lanjut meeting di kantor."
"Iya pah.."
Di Kediaman Pak Aditya..
"Manda.." panggil Aditya Hartawan.
"Iya om kenapa?" tanya Amanda.
"Ada yang om ingin tanyakan padamu sebentar saja." jawab Aditya Hartawan.
"Oh, memangnya mau bertanya soal apa?"
"Kata nenek, kamu kuliah ambil jurusan pembukuan ya, kalau boleh tahu kamu kuliah dimana?"
"Saya kuliah di UG om.."
"UG, apa itu ?" tanya Arini Hartawan.
"Universitas Garuda, tante.." jawab Amanda.
"Oh.." seru Arini Hartawan.
"Ya tante...." sambung Amanda.
"Manda besok antar om ya ke kampus kamu, om mau minta brosur dan formulirnya."
"Siap om. Hehe.."
Keesokan Harinya..
Di Kediaman Pak Sugeng Danu..
"Good morning my daughters." kata Sugeng Danu.
"Good morning too papa." sambung Citra dan Silvy.
"Have breakfast first, dear, so you see Silvy's campus?" tanya Astari Danu.
"So, after breakfast, dear, we'll go to the campus you chose yesterday." jawab Sugeng Danu.
"Yes papa.." kata Silvy.
"Do you already know which campus you want to go to, Silvy?"
"Already mom.."
"Oh yeah, which campus?"
"UG, mom....
"UG, what is UG, just heard mama?"
"Garuda University, mama.."
"Oh.." seru Astari Danu.
"Oh ya mas kalian mana, kok nggak ikut sarapan bersama sih?"
"Kang mas Afgan kan sibuk pah, dia juga ke kampus kan hari ini."
"Oke deh lanjut makannya."
Di Kediaman Pak Aditya Hartawan..
"Assalamu'alaikum.." Titah memberikan salam.
"Wa'alaikumussalam.." Aditya Hartawan menjawab salam dari Titah.
"Titah sarapan pagi dulu, nanti kamu ikut papi ya." pinta Aditya Hartawan.
"Iya papi.." kata Titah patuh.
"Oh ya mas, saya minta izin ya mau keluar rumah sebentar saja." Arini Hartawan meminta izin pada suaminya.
"Mau kemana sih memangnya sayang?" Aditya Hartawan.
"Mau pergi belanja baju dan sepatu untuk Titah, mas.." jawab Arini Hartawan.
"Iya boleh sayang.." Aditya Hartawan mengizinkan Arini Hartawan pergi.
"Terimakasih ya mas.."
"Iya sayang, sama-sama."
"Oh iya papi lupa."
"Lupa apa pi?" tanya Titah.
"Mami berangkatnya bareng kita, bagaimana tah, Manda apakah kalian berdua setuju?"
"Setuju.." sorak Titah dan Amanda bersamaan.
Lima Belas Menit Kemudian..
"Yuk mi, kita berangkat sekarang." ajak Aditya Hartawan.
"Iya pi. Oh iya tas di kamar tunggu sebentar ya pi, mami ambil tas dulu ke kamar." kata Arini Hartawan.
"Iya sayang.." sambung Aditya Hartawan.
Di Kediaman Pak Sugeng Danu..
"Ya sudah ya mah, papa dan Silvy pamit ya." pamit Sugeng Danu.
"Iya pah, hati-hati ya sayang." pinta Astari Danu.
"Iya, assalamu'alaikum.." Sugeng Danu dan Silvy memberikan salam pada Astari Danu.
"Wa'alaikumussalam.." Astari Danu menjawab salam dari Sugeng Danu dan Silvy.
Di Kediaman Pak Aditya Hartawan..
"Mah, kami pamit ya.." pamit Aditya Hartawan.
"Iya hati-hati di jalan ya." kata nenek Sri Hartawan.
"Assalamu'alaikum.." Aditya Hartawan memberikan salam pada nenek Sri Hartawan dan Renaldi.
"Wa'alaikumussalam.." nenek Sri Hartawan dan Renaldi menjawab salam dari Aditya Hartawan.
Aditya Hartawan dan Sugeng Danu bertemu kembali ketika di kampus Universitas Garuda. Aditya Hartawan dan Sugeng Danu hampir saja ingin berkelahi seperti dulu, karena keduanya masih mengingat-ingat kembali kejadian di masa lalu.
Aditya Hartawan dan Sugeng Danu pun menjadi musuh bebuyutan sampai saat ini. Sugeng Danu yang melihat putrinya (Silvy) keluar dari kampus Universitas Garuda segera pergi menghampiri putrinya dan kemudian pergi meninggalkan Aditya Hartawan.
Begitu juga dengan Aditya Hartawan yang melihat anak dan keponakannya juga menghampiri anak dan keponakannya lalu juga pergi meninggalkan Sugeng Danu.
Universitas Garuda (UG)
"Sayang kamu ikut ke dalam kampusnya atau tidak atau kamu mau di mobil saja sayang?" tanya Aditya Hartawan.
"Ikut ke dalam dong mas.." jawab Arini Hartawan.
"Ya sudah yuk.." kata Aditya Hartawan.
"Yuk, jo titip mobil ya.." pinta Arini Hartawan.
"Inggih bu Aditya." kata Paijo patuh.
"Itu kan mobilnya Aditya, dan itu juga kan Paijo supirnya Aditya. apa Aditya sudah pulang ke Indonesia atau hanya Paijo saja yang kembali ke Indonesia?" tanya Sugeng Danu ketika melihat mobil Aditya Hartawan dan Paijo berada di kampus Universitas Garuda.
"Pah, yuk." ajak Silvy.
"Oh iya sayang.." Sugeng Danu meninggalkan parkiran mobil kampus Universitas Garuda.
----
"Om langsung saja ke bagian tata usaha ya." kata Amanda.
"Oh oke, TU ya. Oke.. Oke.." sambung Aditya Hartawan.
"TUnya dimana sayang ?" tanya Sugeng Danu.
"Disini pah.." jawab Citra.
"Oke..!!" seru Sugeng Danu.
"Pah, aku dan Citra ke kantin kampus ya, tunggu di sana saja. Nanti kalau sudah selesai WA atau telepon saja ya pah." kata Silvy.
"Iya sayang. Oh ya ini ada uang seratus ribu untuk kalian berdua jajan dan nanti kalau kamu melihat mas kamu di sini bilang papa ada di sini mau daftar kuliah kamu gitu ya.." sambung Sugeng Danu.
"Iya pah.." kata Silvy dan Citra patuh.
"Mami, kita ke kantin saja yuk, biar papi yang urus semuanya, nggak apa kan pi?" tanya Titah.
"Iya enggak apa kok sayang, Titah benar mi. Mami,Titah dan Amanda ke kantin saja biar di sini papi yang urus sampai selesai." jawab Aditya Hartawan.
"Iya pi.." seru Arini Hartawan.
"Oke, yuk mi.." ajak Titah.
"Iya ayo sayang." ajak Arini Hartawan juga.
----
"Duduk di situ saja yuk tante." ajak Amanda.
"Oke, boleh.." kata Arini Hartawan.
"Manda pesan minum dulu ya tante.." sambung Amanda.
"Iya sayang.."
"Gimana tah, apakah kamu suka dengan kampusnya?" tanya Amanda.
"Suka mbak. Fasilitas di kampus ini lengkap memang tidak salah pilih mbak Manda sekolah di sini. Hehe.." jawab Titah.
"Kita duduk dimana ya Cit?" tanya Silvy.
"Disini juga boleh.." jawab Citra.
"Oh Oke.." seru Silvy.