"Aditya ada di sini juga, mau apa ya dia kesini?" tanya Sugeng Danu dalam hati ketika melihat Aditya Hartawan satu ruang dengannya.
"Sugeng, kenapa saya bertemu dengan dia lagi disini. tidak tahu apa dia, kalau saya ini masih sakit hati dengan perbuatan dia yang telah membunuh Bayu." kata Aditya Hartawan di dalam hati ketika melihat Sugeng Danu yang satu ruangan dengannya.
----
"Aditya Hartawan, saya masih punya urusan dengan kamu yang belum selesai, tunggu.." kata Sugeng Danu.
"Oh ya, sama kalau begitu saya juga masih punya urusan denganmu yang belum terselesaikan, oh ya bagaimana di penjara, enakan. Hhehe.." kata Aditya Hartawan yang mentertawakan nasib Sugeng Danu pada tujuh belas tahun yang lalu.
"Kamu ini memang benar benar ya.." Sugeng Danu mulai Emosi.
"Saya masih dendam dengan kamu, karena kamu telah membunuh Bayu, anak tante saya, adik sepupu saya." Aditya Hartawan juga ikut emosi.
"Saya juga masih dendam dengan kamu, karena Bayu si pengecut itu adik saya hamil dan meninggal dunia karena bunuh diri."
"Lalu mau kamu apa?" tanya Aditya Hartawan.
"Aahh banyak tanya kamu, rasakan ini.." Sugeng Danu menyerang Aditya Hartawan.
----
"Mami.." panggil Titah.
"Iya sayang, kenapa?" tanya Arini Hartawan.
"Papi mana ya katanya mau nyusul kok belum datang juga ya?" tanya Titah juga.
"Haduh mami tidak mengerti sayang ya sudah kalau begitu kita ke lobby kampus lagi yuk. Oh iya lupa mami belum bayar, mami bayar dulu ya." jawab Arini Hartawan.
"Biar Mnda saja yang bayar tante, tante tunggu saja disini." kata Amanda.
"Oh ya sudah ini uangnya jangan pakai uang kamu ya pakai uang tante saja." sambung Arini Hartawan.
"Iya tante.." seru Amanda.
"Loh itu bukannya Citra dan Silvy ngapain mereka ada di sini?" tanya Afgan di dalam hati ketika melihat kedua adiknya.
"Cit, kita ke lobby yuk.." ajak Silvy.
"Yuk.." kata Citra.
"Gan elu kaga pesen?" tanya Dhiki.
"Nanti dulu, kalau enggak pesan kan saya saj jawab Afgan.
"Lho Citra, Silvy kalian berdua kok ada disini. Ngapain?" tanya Afgan.
"Aku ke kampus mas Afgan mau daftar kuliah. Oh ya mas papa juga ada di sini lho...." jawab Silvy.
"Gan siapa, kenalin dong ke gue?" tanya Dhiki.
"Assalamu'alaikum kami berdua adiknya mas Afgan." jawab Silvy.
"Wa'alaikumussalam.. Loe punya adik gan, bukannya elu.." kata Dhiki yang di potong oleh Afgan.
"Gue anak satu-satunya dan dia bukan adik gue. Udah lah malas gue di sini yuk cabut." sambung Afgan.
"Kenapa sih mas Afgan begitu banget ya mbak sama kita?" tanya Citra.
"Sudah jangan di ambil hati ya dik, berdoa saja semoga mas Afgan bisa menerima kita sebagai adiknya. Ya sudah yuk kita ke lobby, kita ke papa." jawab Silvy.
"Iya mbak, ayo.." ajak Citra.
----
"Haduh Citra dan Silvy jalan ke sini, saya harus sudahi ini." kata Sugeng Danu saat melihat kedua putrinya berada di lobby kampus Universitas Garuda.
"Arini dan anak-anak ke sini, saya harus sudahi semunya." kata Aditya Hartawan saat melihat kedua putrinya berada di lobby kampus Universitas Garuda.
Dimobil Aditya Hartawan..
"Jo.." panggil Aditya Hartawan.
"Nggih pak Aditya. Mangga.." kata Paijo.
"Iya, Sugeng urusan kita belum selesai." kata Aditya Hartawan di dalam hati.
"Lho mas sudah di dalam, anak-anak hayuk masuk mobil." kata Arini Hartawan.
"Iya tante.." sambung Amanda.
"Iya mi", sambung Titah juga.
"Jo kita mampir ke mall ya." pinta Arini Hartawan.
"Ke kantor saya dulu. Sayang nanti makan siang di luar saja ya." pinta Aditya Hartawan juga.
"Iya mas.."
"Berangkat...." kata Paijo patuh.
PT HARTAWAN MAHA KARYA PRODUCTIONS.
"Dit.." panggil Renaldi.
"Iya mas.." jawab Aditya Hartawan.
"Selamat bergabung lagi ya di kantor kamu.." Renaldi mengucapkan selamat datang kembali pada Aditya Hartawan.
"Iya mas, terimakasih.."
Grand Indonesia
Di lobby Grand Indonesia..
"Jo, kamu ikut ke dalam ya.." pinta Arini Hartawan.
"Inggih bu.." kata Paijo patuh.
Beberapa Jam Kemudian..
PT. DANU MAHKOTA KARYA.
"Akhirnya makan siang juga." kata Sugeng Danu.
"Papa.." panggil Silvy.
"Iya, lho kamu dengan siapa ke kantor papa?" tanya Sugeng Danu yang terkejut melihat Silvy yang masuk ke ruangan nya.
"Sendiri pah, Citra temani mama arisan ke mall, mama juga ada janji sama temannya yang baru saja pulang dari luar negeri. Kalau mas Afgan tadi sudah pulang tapi pergi lagi nggak tahu kemana." jawab Silvy.
"Oh ya, di mall mana?"
"Silvy enggak tahu pah di mall mana."
"Oh gitu, ya sudah papa telepon mama saja. Ini juga jamnya istirahat kan, kita makan siang di luar yuk, Silvy." ajak Sugeng Danu.
"Iya pah.." kata Silvy patuh.
Grand Indonesia
Di Toko Baju..
"Anak-anak.." panggil Arini Hartawan.
"Iya mami.." jawab Titah.
"Iya tante.." jawab Amanda juga.
"Kita sholat dzuhur yuk, sambil tunggu papi."
"Oke.." sorak Titah dan Amanda bersamaan.
Di Mushola..
"Nah kita sholat dzuhur dulu, nanti baru kita ke mall lagi sambil menunggu papi dan om kamu Manda." kata Arini Hartawan.
"Oke.."
PT HARTAWAN MAHA KARYA PRODUCTIONS.
"Masuk.." pinta Renaldi.
"Assalamu'alaikum kang mas.." Aditya Hartawan memberikan salam pada Renaldi.
"Wa'alaikumussalam dhi mas.." Renaldi menjawab salam dari Aditya Hartawan.
"Oh Aditya, ada apa dit?" tanya Renaldi.
"Lagi sibuk nggak mas?" tanya Aditya Hartawan juga.
"Sedikit lagi selesai kok dit, kenapa emangnya?"
"Go out to lunch with my wife and kids." jawab Aditya Hartawan.
"Sure, just a little while longer." pinta Renaldi.
"Oh okay my brother.." kata Aditya Hartawan patuh.
Beberapa Menit Kemudian..
"Alhamdulillah selesai, yuk dit.." ajak Renaldi.
"Yuk.." ajak Aditya Hartawan juga.
----
"Kita makan dimana?" tanya Renaldi.
"Tunggu Aditya w******p Arini dulu ya mas. Adit nggak tahu soalnya dia di mall mana." jawab Aditya Hartawan.
"Oh Oke, sambil jalan saja kalau gitu ya?"
"Iya kang mas.."
**
[Mas Aditya : Assalamu'alaikum sayang, kita makan siang di mall mana, aku sama mas Renaldi mau ke sana nih sekarang?]
**
"Gimana Dit?"
"Belum di jawab kang mas."
"Oh ya sudah sambil nunggu kita sholat dzuhur ya."
"Iya kang mas.."
----
"Yuk kita keluar anak-anak."
"Yuk tante.."
"Iya mi.."
"Tunggu sebentar ya anak-anak." pinta Arini Hartawan.
"Kenapa mi?" tanya Titah.
"Ada w******p dari papi kamu nak." jawab Arini Hartawan.
"Oh.." seru Titah dan Amanda bersamaan.
**
[Mas Aditya : Assalamu'alaikum sayang, kita makan siang di mall mana, aku sama mas Renaldi mau ke sana nih sekarang?]
[Dik Arini : Wa'alaikumussalam mas.. Dimall Grand Indonesia ya mas. Untuk tempatnya nanti aku tanya anak-anak dulu mau lunch dimana..]
[Mas Aditya : Oh okay sayang, otw ya ke sana.]
[Dik Arini : Nggih mas..]
[Mas Aditya : Assalamu'alaikum..]
[Dik Arini : Wa'alaikumussalam..]
**
"Sudah mi?"
"Sudah dong sayang, yuk.. Eh tunggu Paijo dulu."
"Nah itu dia lik Paijo nya tante.."
"Oh iya benar kamu Manda. Jo.." panggil Arini Hartawan.
"Nggih bu.." jawab Paijo.
"Kita lunch dulu ya habis itu lanjut shopping dan nonton film baru habis itu pulang."
"Oh inggih bu.."
"Kamu ikut juga ya lunch bareng."
"Nggih bu.."
"Oh ya hampir saja saya lupa. Anak-anak kita mau makan dimana?"
"Tunggu sebentar ya mi, kita diskusi dulu."
"Oh.. Iya...."
"Lik.. Lik.. Pak lik.." panggil Titah.
"Nggih cah ayu. Enten menapa?" tanya Paijo.
"Mriki rumiyin sekedhap mawon." jawab Amanda.
"Haaaaaa.. Oh.... Wooo okey.." seru Paijo.