27 [Crazy Seniority]

984 Words

Sabrina keluar dari toko alat tulis terlengkap di Jakarta itu dengan semangat dan senyum lebar merekah di wajahnya. Satu tangannya menenteng kantong plastik berisi tinta printer titipan kakaknya, sementara tangan yang lain mendekap bangga sebuah majalah remaja di dadanya. Cewek itu sungguh tidak sabar untuk segera sampai di rumah dan menunjukkan fotonya yang berhasil mejeng di salah satu halaman majalah ternama itu. Sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan, saat wajah yang biasa menjadi bahan ejekan keluarganya itu ternyata malah jadi wajah satu-satunya yang berhasil muncul di majalah. Dengan sedikit berlari, Sabrina menuju ke tepian jalan raya, lalu berhenti sejenak menunggu lampu lalu lintas itu berubah merah hingga dirinya bisa enjoy menyeberang. Diliriknya seorang wanita yang j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD