Semua bangku telah terisi penuh ketika Vega berbalik badan dengan menenteng dua cup Pop Mie panas di tangannya. Sekali lagi, diedarkannya pandangan ke seluruh meja-meja yang tersusun rapi di ruangan lebar yang menjadi kunjungan wajib setiap kali bel istirahat berbunyi itu. "Ini Neng, kembaliannya," ujar ibu kantin seraya menyentuh pundak Vega. Cewek itu menoleh sejenak, tersenyum sesaat, kemudian menerima uang recehan yang diberikan wanita berusia sekitar empat puluh tahunan itu. Dengan segera, Vega melangkah beberapa meter ke sisi barat kantin tempat Sabrina tengah mengantri demi mendapatkan minuman untuk mereka berdua. "Na, nggak usah pesen minum di gelas deh..." ralat Vega. Sabrina menoleh sambil mengangkat alisnya. Tanpa Sabrina bertanya kenapa, Vega langsung mengerti dan segera mem

