15 [Crazy Seniority]

446 Words

Aroma apel segar seketika menggelitik hidung Sabrina ketika ia hendak memasuki kamarnya. Ia telah hafal betul dengan aroma sampo yang menjadi favorit kakak perempuannya itu. Sekali lagi Sabrina menghirup aroma itu dalam-dalam, lalu tersenyum dan dia pun berlari menghampiri pintu ruangan yang ada tepat di sebelah kamar tidurnya. Tanpa sempat mengetuk pintunya terlebih dahulu, cewek itu langsung membuka dan masuk ke dalamnya. Sabrina langsung melompat kegirangan begitu mendapati Katrina, satu-satunya saudara yang ia miliki ternyata ada di dalam sana, memandang keluar jendela sambil mengeringkan rambutnya yang basah. "Ih, lo udah pulang, Mbak?" dengan kedua bola mata yang membulat, Sabrina bertanya tanpa menghampiri kakaknya. "Kok nggak bilang-bilang sih?" Selama beberapa minggu terakhir i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD