Tiga tahun telah berlalu sejak malam kelahiran Lira di kuil leluhur. Sejak saat itu, badai mereda, dunia mereka perlahan kembali tenang. Kini, Goldbin duduk di ruang kerjanya yang luas di lantai 20, kaca jendela besar menampilkan panorama kota yang berkilau. Ia mengenakan kemeja biru muda yang digulung sampai siku, dasi longgar di lehernya, dan kacamata tipis di hidung. Meski usianya belum sampai empat puluh, aura kedewasaan dan ketegasan terpancar jelas dari cara dia menatap laporan keuangan di tangannya. Namun, bagi karyawannya, sosok CEO itu bukan hanya simbol ketegasan. Sejak memiliki keluarga, Goldbin banyak berubah, dia menjadi lebih manusia, lebih hangat. Ia sering tersenyum kecil, bahkan kadang tertawa ketika salah satu staf melakukan kesalahan lucu. Sesuatu yang dulu, sebelum Me

