bc

MASIH LABIL

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
possessive
family
friends to lovers
drama
comedy
humorous
others
first love
school
naive
like
intro-logo
Blurb

semuanya berawal dari sepasang remaja yang tiba-tiba saja ingin menikah, hanya karena penasaran dengan kehidupan dalam berumah tangga, oleh karena itu keduanya setuju untuk menikah di usia yang terbilang masih sangat muda tanpa dasar rasa cinta, memang keduanya tidak saling mencintai, karena pernikahan diantara mereka terjadi hanya semata-mata karena rasa penasaran.

apakah keduanya mendapatkan jawaban atas rasa penasaran mereka? lalu bagaimana dengan rumah tangga yang dibangun tanpa adanya rasa cinta dalam diri masing-masing?.

chap-preview
Free preview
AWAL
Seorang remaja perempuan berlari kencang kearah pintu gerbang utama, tak lupa ia mengangkat sedikit rok batik coklatnya agar lebih mempermudah sepasang kakinya dalam berlari. Gadis itu kembali menutup pintu gerbang usai ia buka lalu menoleh kearah remaja laki-laki yang sedari tadi menunggunya diatas sepeda. "Cepetan La! Nama gua pertama ini!" Seru remaja laki-laki itu dengan gurat kesal di wajahnya. " Iya bentar Napa!" Gadis itu segara naik dan duduk dibelakang remaja laki-laki yang sudah menjadi temannya sedari kecil. Sepeda yang dikendarai pun kini melaju cepat kearah sekolah. Sesampainya diperkarangan sekolah keduanya langsung mengeluarkan baju toga dari tas masing-masing dan segera memàkainya. "Woi kalian! Acaranya mau dimulai tuh!" Keduanya menoleh saat satu siswa berbaju toga menghampiri mereka. " Iya bentaran! Ini dia lama gegara ga bisa pakek kebaya!" Siswa tadi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya lalu pergi dari sana diikuti juga oleh dua sejoli yang sudah selesai dengan baju toganya. Sang remaja laki-laki tadi duduk di kursi pertama sedangkan remaja perempuan tersebut duduk di kursi yang kelima dari arah sahabatnya itu. Tidak lama kemudian seorang guru yang menjadi MC di acara wisuda merekapun membuka acara, dari kata² penghormatan yang dilontarkan oleh yayasan serta kepala sekolah yang duduk diatas panggung. Setelah itu acara yang ditunggu-tunggu pun akhirnya juga dimulai, yaitu pemanggilan siswa-siswi kelas XII untuk mengambil hasil ujiannya di mulai dari para murid yang mempunyai nilai paling tinggi. "Erlangga Arya Putra Pradipta, lahir pada tanggal 26 Januari 19**, dengan predikat ISTIMEWA..." Sorak tepuk tangan terdengar sangat meriah usai nama pertama disebut, remaja laki-laki yang bernama Erlangga Arya Putra Pradipta itu segera bangkit dengan senyuman tampannya dan berjalan naik keatas panggung untuk menerima sebuah predikat serta medali dari yayasan dan kepala sekolah. Ia tersenyum senang ke arah sahabat perempuannya yang duduk di kursi kelima dan juga tersenyum kearahnya seraya memberikan dua jempol sekaligus pada dirinya. Arya si laki-laki tersebut kembali tersenyum bahagia saat melihat mamanya dan mama sang sahabat melambaikan tangan kepada nya, ia ikut membalas lambaian tersebut dan kembali duduk di kursinya. Setelah itu nama-nama berikutnya kembali disebut hingga tibalah nama remaja perempuan yang sedari tadi menanti gilirannya untuk mengambil predikat. "Sabella Ayasha Maghfirah, lahir pada tanggal 4 November 19**, dengan predikat ISTIMEWA..." Kembali suara tepuk tangan terdengar sangat meriah seperti ketika nama Arya dipanggil, Gadis yang sering dipanggil Bella itu segera maju untuk mengambil predikat dan medali, tak lupa tersenyum pada Arya dan orangtuanya. Acara wisuda terus berlanjut dan berakhir saat memasuki waktu dhuhur, Arya dan Bella segera menghampiri keluarga mereka dengan senyuman bangga yang terlampir di masing-masing wajah wanita-wanita paruh baya tersebut. " Mama bangga nak sama Arya! Makasih ya!" Ucap mama Arya seraya memeluk dan mengecup pipi juga kening milik sang anak. "Alhamdulillah ya Allah! Akhirnya Bella bisa juga dapat Istimewa walaupun yang terakhir ya nak!" Bella tersenyum mendengar ucapan mamanya lalu kembali memeluk kuat orang tua satu-satunya yang ia miliki di dunia ini. "Bang Arya!" Panggilan tersebut membuat atensi Arya beralih pada remaja kelas X SMA yang berlari kearahnya. "Baru juga mau nanya, eh udah datang aja Tu bocah!" Bocah yang disebut oleh Arya kini sudah berdiri tepat didepannya sambil memperlihatkan cengiran membosankan miliknya. " Eh Rayyan! Lo kalo kesini cuma mau malak, udah ga usah deh, tuh mending Lo urus tiga bocah yang lagi main disana biar ga ilang!" Omel Bella yang memang tahu perihal kedatangan adik dari sahabatnya ini. "Iya apaan! Lo kira kita bakal ngasih gitu duit ke Lo!" Tambah Arya membuat Rayyan tambah kesal mendengar Omelan dua orang didepannya. "Wahai saudara ku yang tampannya tidak melebihi diriku dan saudariku yang bersuara beo! Kalian kalo mau sudzon jangan sama gua! Gua niatnya baik, kesini cuma mau traktir kalian mau rayain kelulusan kalian berdua, cuma karena niat baik diriku tak dihargai yaudah mending gua jalan-jalan bareng Rea!" Kesal Rayyan dan kini sudah bersidekap dada membelakangi dua orang lebih tua darinya. Bella dan Arya saling bertatapan dan keduanya mengangguk setuju dengan pikiran masing-masing, karena kapan lagi seorang Rayyan si bocah SMA yang suka malak uang jajan dari mereka ini mau mentraktir mereka sekarang. "Yaudah dimana?" Tanya Arya, Rayyan sedikit tersenyum saat Arya bertanya. "Okey... Nanti sore ikut gua ya! Sekarang gua mau main dulu! Bhay..." Finish Rayyan lalu segera pergi dari sana meninggalkan Arya dan Bella yang hanya bisa menatap kepergian remaja tersebut. "Ya! Lo yakin ama omongan adek Lo?" Tanya Bella merasa tak yakin. "Antara yakin ga yakin sih! Tapi kita coba aja deh! Mungkin dia memang mau traktir kan" jawab Arya dan diangguki oleh Bella setelahnya. ++++++ Arya dan Bella kini sudah berada di restoran yang dimaksud oleh Rayyan, Rayyan remaja tampan itu kembali memberikan buku menu pada pelayan usai memesan miliknya. "Wah!!! Bagus ya bang restorannya!" Ujar Rayyan dengan mata berbinar seraya memandang segala sudut dari ruang restoran tersebut. " Katanya ini baru buka loh, tapi udah langsung terkenal! Hebat kan!" Tambah Rayyan lagi dan Arya hanya mengangguk terlalu malas untuk meladeni pertanyaan-pertanyaan adiknya, tapi berbeda halnya dengan Bella, " apaan! Paling juga pakek penglaris! Makannya bisa terkenal gini" cibir Bella jelas membuat Rayyan tak terima. " Enak aja, yaudah kalo gitu lo ga usah makan kak!" Bella merotasi matanya dan tersenyum sinis pada Rayyan," nafsu makan gue lebih kuat dari otot Lo bro!" Jawab Bella tersenyum remeh. "Yaudah sih tinggal baca doa udah kan! Ngapain ribut coba!" Arya segera menengahi sebelum Rayyan kembali mengoceh. Tidak lama kemudian pesanan mereka pun sampai, dengan khidmat dan nikmat ketiganya menyantap pesanan mereka masing-masing dan pastinya doa' sudah mereka panjatkan terlebih dahulu. "Enakkan! Apaan coba dibilang pakek penglaris! Dosa Lo kak sudzon sama ni restoran! Kudu minta maaf nanti" Bella hampir saja melempar vas bunga kaca didepannya kearah wajah tebal Rayyan jika Arya tidak terlebih dahulu memindahkan benda itu dari hadapannya. Tidak lama kemudian Rayyan telah menghabiskan semua pesanannya berbeda dengan dua orang lebih tua darinya yang masih menikmati pesanannya, remaja itu mengambil ponselnya karena merasa ada panggilan masuk. "Bang! Gua jawab telpon dulu ya! Ini penting soalnya!" Izin Rayyan dan segera menjauh usai mendapat anggukan dari Arya. "Mau kemana dia?" Tanya Bella was-was. "Angkat telpon! Katanya penting" jawab Arya. "Emang sepenting apa? Kayak dianya sibuk aja!"-Bella. " Paling juga si Rea pacarnya"-Arya. Tidak lama kemudian ponsel Arya berdering, laki-laki itu menoleh pada Bella usai membaca nama si penelpon, dan tanpa tunggu lama ia pun mengangkatnya. "Ha–" "Halo bang! Abang ku sayang! Terimakasih atas makanannya hari ini, maaf kan hamba yang tidak bisa berterima kasih secara langsung karena takut akan terjadi perang ke-3, maka dari itu adik mu yang tampan ini meminta maaf dan juga berterimakasih, dan juga saya mohon sampaikan izin saya pada mama bahwa saya akan menginap dirumah teman untuk menyelesaikan game yang sedang saya mainkan! Bhay...." Sambungan terputus, Arya meletakkan ponselnya dengan pelan diatas meja, Bella yang melihat gelagat aneh sang sahabat pun bertanya. "Lo kenapa ya?" Tanya Bella. Arya tak langsung menjawab, ia balik menoleh dengan wajah cemberut bercampur kesal pada Bella. "Rayyan nipuin kita la!" "APA!!!!?" ++++++ Dua sejoli itu kini berjalan beriringan tanpa ada satupun yang berbicara, keduanya tampak murung akibat ditipu bocah SMA yang tengilnya itu minta dieksekusi. Bella terduduk diatas bangku yang tersedia diluar minimarket diikuti juga oleh Arya, gadis itu mengeluarkan uang 5ribunya dan Arya mengeluarkan uang 10ribu dan 2ribu, keduanya saling bertatapan hingga Arya membuka suara. "Kita ga bisa naik taxi dengan uang segini" -Arya. "Ya iyalah Pradipta! Paling cuma bisa bayar angkot!"-Bella. "Emang masih ada angkot yang lalu-lalang?" Tanya Arya tak yakin. Bella terdiam dengan pertanyaan Arya ia kembali murung hingga tiba-tiba keduanya mendengar isak tangis wanita yang bersumber dari dalam mini market, tepatnya disalah satu kursi. "Apaan tuh?!" Tanya Bella pensaran dan Arya menggeleng sebagai jawaban. "Aku udah ga bisa sama kamu mas hiks... Sudah terlalu lama aku menahan hiks... Sekarang biarkan aku pergi mas hiks ... Aku mohon tolong kamu tanda tangani surat penceraian ini..." Bella menutup mulutnya terkejut usia mendengar percakapan itu, keduanya saling bertatapan lalu kembali fokus menguping percakapan suami istri tersebut. "Ga! Aku ga mau! Aku ga pernah kasar sama kamu dan aku juga ga pernah selingkuhin kamu!" "Iya mas iya! Aku tahu, aku tahu itu semua... Tapi apa kamu punya waktu untuk aku? Kamu cuma peduli sama kerjaan kamu mas hiks.... Kamu lebih memilih seharian bersama kerjaan dari pada aku yang mulai kesepian semenjak bersama mu mas!!!!" "Tapi aku ngelakuin ini semua untuk kamu! Seharusnya kamu ngerti dong..." "Udah 7 tahun mas! Udah 7 tahun aku ngertiin kamu, dan sekarang kamu minta aku buat ngertiin kamu lagi? Ga bisa mas..." Wanita itu menyodorkan sebuah amplop coklat kepada sosok pria yang menjadi suaminya. " Aku minta kamu tanda tangani surat ini, kalo kamu ga mau, aku bakal bawa ini kepengadilan, dan kalo kamu ga datang ke pengadilan untuk penceraian ini, itu artinya kamu setuju untuk bercerai..." Setelahnya wanita itupun pergi usai meninggalkan amplop coklat yang berisi selembar surat penceraian. Dua Remaja yang duduk di luar mini market itu segera mengalihkan pandangannya saat pria tadi menoleh keluar, Bella pura-pura menggaruk tengkuknya dan Arya yang berpura-pura kagum dengan pohon kelapa diseberang jalan. "Wah ada pohon beringin rupanya la" ujar Arya seraya menunjuk pohon kelapa. "Bodoh Lo! Ga ada pohon beringin gitu bentukannya"-Bella. Kring... Keduanya menoleh saat pria tadi keluar dari mini market seraya berjalan lesu tak lupa membawa amplop coklat yang sebelumnya diserahkan oleh sang istri. "Kasian ya suaminya! Seharusnya yang jadi istri kan harus sabar, suaminya kerja juga buat kebutuhan dia!!!" Ujar Bella pada Arya. "Tapi istrinya juga kasian la! Seharusnya suaminya bisa membagi waktu, mana waktu buat istri mana waktu buat kerja!" Arya memberi pendapatnya dari segi sang istri. "Emang kehidupan rumah tangga itu selalu berakhir dengan pertengkaran karena pekerjaan terus cerai deh! Iya kan ya! Gue udah liat beberapa berita di TV"-Bella. "Enggak juga sih la! Menurut gua sih kayaknya itu bisa dilihat dari kepercayaan mereka sama pasangan mereka"-Arya. "Kenapa gitu?" "Karena dalam sebuah rumah tangga itu harus ada yang namanya kepercayaan! Kalo masing-masing pasangan ga ada rasa percaya, jadi setiap ada masalah mereka pasti sudzon terus bertengkar dan berakhir dengan perceraian..." Jelas Arya membuat Bella mengangguk mengerti. Mereka kembali terdiam seraya menunggu angkot hingga akhirnya Bella kembali bersuara. "Ya! Gue penasaran sama kehidupan berumah tangga"-Bella. Arya menoleh pada Bella seraya mengangguk "iya gua juga penasaran" laki-laki itu kini mulai menatap mata Bella yang juga berbuat demikian "kenapa? Lo mau coba?" Tanya Arya akhirnya dan langsung membuat Bella mengangguk dengan semangat. Arya membelalakkan matanya terkejut, "Lo serius la?" Tanyanya lagi memastikan dan lagi-lagi Bella mengangguk semangat 45. "Emang mau nikah siapa Lo? Pacar aja kagak punya"-Arya. Bella tersenyum mendengar pertanyaan Arya "Lo penasaran juga kan?" Arya mengangguk membenarkan pertanyaan Bella. "Iya sih gua penasaran, banget malahan, tapi– "Nikah sama gue yuk!!!!"....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
828.7K
bc

The Lone Alpha

read
125.8K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
11.2K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
36.5K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
621.6K
bc

Bad Boy Biker

read
8.9K
bc

The CEO'S Plaything

read
20.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook