39. My feelings

951 Words

ASYA menghembuskan nafasnya pelan agar tidak membangunkan lelaki yang tengah tertidur di sampingnya. Begitu lelap dan tenang. Dengan senyum tipis, Asya mencoba memegang wajah Fano. Begitu tenang, tidak ada pergerakan yang di dapatinya. "Fano.." panggil Asya pelan. "Makasih, sudah menerimaku apa adanya dalam hidup kamu," ucapnya tanpa sadar air matanya kembali mengalir. "Aku udah cinta sama kamu Fano..." "Kalau emang kamu jodoh aku. Kamu nggak akan pergi, Fan, aku yakin," bisik Asya lalu memeluk Fano, sedangkan Fano masih berada dalam alam bawah sadarnya.   ***   Waktu menunjukkan pukul 7 pagi, Asya dan Fano tengah melakukan aktivitas sarapan pagi bersama di meja makan. Fano sudah siap dengan pakaian casualnya yang mungkin akan membuat beberapa pasang mata menatapnya kagum. Apalagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD