22. Cerewet

1484 Words

"Gue izin ya, mau ke rumah temen,” ujar Fano. Lalu Asya mengangguk tanpa mempertanyakan siapa teman Fano yang akan di datangkan rumahnya. "Yaudah. Tar malem palingan gue baliknya, hati-hati ya dirumah,” ujar Fano lagi Asya menggeleng, "Seharusnya kamu yang hati-hati di jalan,” balas Asya Fano merasa seperti selingkuh. Ok! Intinya dia ingin menemani Tasya, temannya. Bukan perselingkuhan kan? Iya bukan. Fano tersenyum tipis lalu meninggalkan Asya tanpa menjawab.   ***   Ketika sudah beberapa kali mencoba untuk memejamkan matanya, Fano tetap saja tidak bisa tertidur. Fano baru kembali dari rumah Tasya sekitar jam 8 malam, ok Tasya merengek memintanya untuk menginap, alhasil ia bisa terlepas dari rengekkan Tasya walaupun begitu banyak rintangannya Entah pikiran apa yang membuatnya suli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD