"Gue izin ya, mau ke rumah temen,” ujar Fano. Lalu Asya mengangguk tanpa mempertanyakan siapa teman Fano yang akan di datangkan rumahnya. "Yaudah. Tar malem palingan gue baliknya, hati-hati ya dirumah,” ujar Fano lagi Asya menggeleng, "Seharusnya kamu yang hati-hati di jalan,” balas Asya Fano merasa seperti selingkuh. Ok! Intinya dia ingin menemani Tasya, temannya. Bukan perselingkuhan kan? Iya bukan. Fano tersenyum tipis lalu meninggalkan Asya tanpa menjawab. *** Ketika sudah beberapa kali mencoba untuk memejamkan matanya, Fano tetap saja tidak bisa tertidur. Fano baru kembali dari rumah Tasya sekitar jam 8 malam, ok Tasya merengek memintanya untuk menginap, alhasil ia bisa terlepas dari rengekkan Tasya walaupun begitu banyak rintangannya Entah pikiran apa yang membuatnya suli

