SETELAH ganti baju, Asya menuruni tangga perlahan dan melihat ada Fano di ruang tamu tengah sibuk memainkan laptopnya. Entah apa yang dikerjakannya dari semalam. Asya mendekat, lalu ia berdeham membuat Fano mendongak dan mendapati Asya tersenyum. Tiba-tiba saja jantung Fano berdetak begitu cepat, dirinya tidak tahu kenapa, yang jelas, Fano merasa deg-degan. "Fano lagi apa?" Tanyanya sembari duduk di samping Fano. Asya rasa, sekarang ia sudah mulai terbiasa dengan Fano, tidak seperti dulu yang selalu gugup dan takut ketika ingin berbicara pada Fano. Fano menutup laptopnya lalu menatap Asya, "Nggak ngapa-ngapain,” balasnya. Asya hanya mampu menghela nafasnya, sedari kemarin ketika Asya bertanya 'sedang apa?' Pasti jawaban yang di keluarkan Fano 'nggak ngapa-ngapain' atau bahkan tidak menj

