23

1517 Words

"Kau akan bekerja" kalimat itulah yang terlontar dari bibir Jayden saat Vian baru saja masuk kedalam kamar mereka. Jujur Vian sedikit kaget Jayden tau soal itu, tapi ia coba mengabaikanya. "Vian jawab aku" suara Jayden sedikit meninggi, ia kesal Vian tiba tiba bersikap akuh dan terkesan menjauh tampa sebab. "Aku lelah Jay, bisa kita bicarakan nanti?" Tanya Vian, mengabaikan bentakan Jayden. Grab... Bruk.... "Jangan mengacuhkan ku! Kita bicara sekarang" Vian meringis, pundaknya terasa remuk ketika Jayden dengan tega menghempaskan tubuhnya ke tembok dengan kasar, tampa belas kasih. "Apa yang ingin kau bicarakan Jay?" Tanya Vian lirih, sungguh hatinya tersakiti dengan sikap kasar Jayden. Ia benci pria kasar, ia tidak suka diperlakukan kasar. Bahkan Ken saja tidak p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD