Selama perjalanan pulang, Vian selalu mengalihkan tatapannya pada jalan, antara nggan dan malas menatap Jayden. Begitu juga Jayden yang hanya diam, pura pura sibuk dengan tab ditangannya. Ia terlalu malu untuk menatap Vian jika mengingat bagaimana lepas kendalinya ia yang mencumbu Vian tampa pikir panjang. Mereka sampai dipack, Victor membukakan pintu untuk Vian dan Jayden. Vian lebih dulu bergegas memasuki kamar, terlalu malas berlama lama. Vian menghempaskan diri diatas kasur, menatap langit langit kamar dengan helaan nafas kesalnya. Jayden membuka jas, dasi, serta beberapa kancing kemejanya. Vian melihat itu, ntah mengapa pikuran liar dibenaknya berputar layaknya kaset rusak. "Baby aku mau kau jangan lagi ke apartemen Ken" Vian menatap Jayden bingung "mengapa kau melarang

