Semburan warna jingga mulai menghiasi langit, angin dingin mulai berhembus memasuki muasim dingin. Tapi Ray dah Vian seakan menikmati udara dingin yang menerpa mereka, bahkan Vian dengan santainya menyuapkan sesendok besar ice cream ke mulutnya. Gaun indah tadi pagi sudah berganti dengan celana jeans, jaket kulit, dan sneaker putih. Ray berdecak melihat Vian yang tampak santai tampa beban padahal diluar sana keluarga dan mate nya pasti panik. "Kau tidak merasa kekhawatiran atau kecemasan? Vian menyuap lagi ice cream banana miliknya, memang rasa banana lah yang terbaik. "Untuk apa aku merasa cemas?" "Tentu saja karena meninggalkan acara diam diam, kau sudah mempermalukan mate mu dan membuat semua khawatir pastinya" Vian menaikan kedua bahunya, dan lanjut menikmati ice cream dimusi

