33

1733 Words

3 years later……….. Moskow, Rusia. Vian memasuki unit flat dengan wajah lesu, tugas kuliah yang menumpuk membuat otaknya panas. Sejak pergi dari acara pernikahanya sendiri, Vian melanjutkan kuliahnya disalah satu universitas di moskow, berdasarkan rekomendasi Ray tentunya. “aku pulang” ucap Vian lesu, dan segera berjalan kearah dapur untuk mengambil segelas air putih. Tenggorokanya begitu kering karena kebanyakan mikir. “mengapa wajahmu seperti itu” Vian menegak habis air dalam satu tarikan, lalu menatap Pria tinggi yang sedang melihat isi lemari pendingin itu. “tugasku sangat banyak” “ck….segitu saja kau sudah lemas, aku saja yang sudah puluhan bahkan mungkin ratusan kali berada dibangku kuliah tidak pernah seperti dirimu” Vian mendengus sinis, tentu saja dirinya yang manu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD