part 2 BERLALU

1010 Words
Sudah hampir 3 tahun Winter sudah menjalani masa masa muda nya di sekolahan ini,dan sekarang ujian akhir untuk masuk perguruan tinggi pun sudah dekat.Tapi sialnya tidak satupun materi yang melekat di otak Winter.Entah mengapa pelajaran nya selama 3 tahun ini menguap begitu saja,dia tidak bisa mengingat satupun materi yang pernah di ajarkan. Winter menatap tumpukan buku yang tersusun manis di atas meja nya tanpa tergerak sedikit pun,seandainya saja kumpulan buku ini bisa di jus lalu diminum dan semua yang tertulis di buku ini melekat di otak nya,maka Winter sudah pasti akan melakukannya sekalipun rasa nya harus sangat pahit. Darrr “melamun kan,sudah bilang waktu ujian sudah dekat kamu masih asik asikan melamun” Axel datang mengejutkan Winter dan dengan tidak sopannya juga dia malah memberikan hadiah berupa pukulan buku di wajah nya. “sudah sampai mana kamu belajarnya?” tanya Axel lagi,dia mengambil buku catatan belajar Winter dan membuka nya “kamu baru sampai sini? Astaga Winter ujian kurang dari sebulan lagi dan kamu baru 2 bab? Belum lagi materi yang lain” Winter memutar kedua bola mata nya bosan,setiap hari Axel selalu memarahi nya tentang pelajaran sedangkan pria itu sama sekali tidak terlihat belajar,Winter tahu kalau Axel di berkati dengan otak yang pandai tidak seperti dirinya tapi tetap saja,bagaimana bisa Axel menceramahi dia sedangkan dia sendiri tidak belajar. “kamu sendiri kapan belajar nya?” sindir Winter sambil menatap Axel,pria itu mengangkat wajah nya dari buku dan menatap Winter remeh. “aku? Tidak usah belajar pun sudah pasti aku diterima di univeritas favorit” ucap Axel dengan sombong nya See? Sudah Winter bilang kalau makhluk seperti Axel memang memiliki tingkat kadar kesombongan sangat tinggi. “kamu mau masuk mana?” tanya Axel Winter mengalihkan pandangannya dari sebelum nya melihat ke luar jendela “rahasia,aku nggak mau nanti kamu ikutin aku lagi” ucap Winter dan kembali mengalihkan pandangannya keluar,pandangan di luar jauh lebih menarik perhatiannya di bandingkan di depannya,di depan nya hanya membuat nya kesal saja.Di luar sana begitu menarik,karena pria yang sudah Winter sukai selama 2 tahun ini sedang bermain tenis lapangan dengan gagah nya *** Winter menghabiskan sarapannya dengan malas,sekarang hanya tinggal beberapa minggu lagi dari ujian dan ya hasil nya bisa di tebak karena Winter masih bermalasan hasil nya dia harus ikut kelas tambahan di hari minggu,bayangkan hari minggu? Disaat waktu nya para siswa untuk bersantai dengan segala tugas nya Winter malah harus masuk dan berkutat dengan tugas yang begitu banyak nya. “kamu hari ini ada kelas tambahan?” tanya ayah winter,ayah nya menyuapkan nasi ke dalam mulut nya,mereka lagi sarapan di meja makan. Winter mengangguk malas “iya yah,hari ini ada kelas tambahan” ucap Winter malas “hari ini ayah nggak bisa antar kamu,jadi kamu dia antar sama Axep dulu ya” ucap ayah nya “eh,kok sama Axel sih yah,Winter bisa berangkat sendiri kok” protes Winter,dia malas jika harus bertemu pria itu. Ayah Winter menggeleng “Axel akan mengantar kamu beberapa hari ini sekaligus menemani kamu di rumah,ayah ada pekerjaan di luar negeri,kalau ada Axel di rumah ayah bakal tenang,ayah nggak yakin kalau nitipin sama orang lain” “tapi Axel juga orang lain yah,dia bahkan bukan keluarga kita” ucap Winter tidak terima,dia menatap ayah nya dengan tidak percaya.Diri nya dan Axel hanya orang asing yang tidak memiliki ikatan keluarga sama sekali tapi ayah nya malah percaya menitipkan nya dengan Axel. “tapi Axel sudah sedari kecil sama kamu Winter,ayah percaya ninggalin kamu sama dia” balas ayah nya tidak terima. Winter bersedekap percuma dia memberikan seribu alasan kepada ayah nya,jika ayah nya sudah di guna guna Axel “tap –“ Kring...kring Baru saja Winter ingin bicara lagi,tapi bel di rumah nya sudah berbunyi,Winter cepat cepat bangkit dan membuka pintu nya “selamat pagi Winter,om mana?” tanya Axel dengan senyum khas nya,Winter mematung saat melihat Axel yang berdiri di depan pintu rumah nya dengan wajah cerah. “di dalam” ucap Winter cuek dan membiarkan Axel masuk Winter membelalakkan mata nya saat melihat Axel datang dengan membawa sekoper besar “tunggu buat apa kamu bawa koper?” tanya Winter “om belum bilang? Aku bakal tinggal disini beberapa hari” ucap Axel dengan santai nya. “sudah bilang,tapi kamu beneran tinggal disini? Di rumah ini? Berdua dengan aku?” tanya Winter Axel mengangguk dengan polos nya,sedangkan Winter menarik nafas nya mecoba untuk bersabar ** Sepanjang jalan tangan Winter hanya menyilang di depan d**a nya,dia berjanji tidak akan berbicara dengan Axel. “kamu sudah sarapan?” tanya Axel,tetapi Winter tetap diam “nggak mau bicara? Ya sudah padahal tadi aku niat nya mau traktir kamu makan di langganan kamu” ucap Axel,Winter menegakkan duduk nya saat mendengar makanan kesukaannya,apalagi ini Axel berniat untuk mentraktir nya bisa saja dia untuk membalas perbuatan Axel dengan makan sepuasnya,kan yang bayar kali ini Axel juga,Winter tidak akan peduli tentang hal itu. “kalau kamu yang bayar aku mau” ucap Winter,dia tidak memalingkan wajah nya menatap Axel karena malu,sedangkan Axel yang mendengarnya hanya menahan senyum,melihat kelakuan Winter yang malu malu kucing seperti ini membuat nya sangat lucu. Axel pun membelokkan mobil nya ke tempat makan langganan Winter,Axel tahu Winter pasti akan balas dendam dengan makan sebannyak nya,tapi itu tidak akan membuat Axel kehabisan uang hanya untuk makanan kaki 5 seperti ini Sudah 5 porsi Winter habiskan tetapi wanita itu seperti nya memang berniat balas dendam terhadap nya,dia tidak berhenti memesan makanan sedangkan Axel pria itu sudah berhenti makan sedari tadi. “seharusnya kamu buka channel youtube mukbang,makan kaya kuli tapi badan tetap kurus” sindir Axel Winter yang mendengarnya pun mengalihkan pandangannya ke Axel dengan kesal,dia melempar kemangi yang berada di piring nya ke wajah Axel dengan kesal. "Winter!" Axel kesal saat wanita itu melemparkan kemangi ke wajah nya,walau hanya kemangi tapi tetap saja dia kesal,sedangkan Winter yang menerima tatapan kesal dari Axel hanya memeletkan lidah nya. "Xel" "Hm" Axel dengan malas,dia tahu Winter akan meminta lagi jika dia berbicara dengan nada seperti itu. "Boleh ya,nambah lagi aku masih lapar" Dengan senyum lebar Winter menatap Axel,Axel mendengus Winter benar benar membalaskan dendam nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD