part 21 FLASBACK (AXEl)

1536 Words
Flasback (flasback nya akan di bagi dalam beberapa bagian untuk ini akan di ceritakan keadaan saat Winter koma)   Setelah mendengar kabar kalau Winter mengalami kecelakaan,Axel segera ingin pulang tetapi dia tidak bisa karena harus menyelaisaikan ujianya dan setelah 1 minggu dari kecelakaan dia baru selesai,setelah itu Axel segera terbang meninggalkan semua tugas kuliah nya bahkan untuk membawa persediaan pakaian ganti Axel tidak bisa,di dalam pikirannya hanya mengkhawatirkan Winter yang sedang koma. Selama 1 minggu ini Axel tidak bisa berpikir jernih,dia sangat khawatir akan keadaan Winter,walau tidak pasti lagi karena apa kecelakaan yang menimpa Winter tapi Axel bisa menebak kalau itu sangat parah sehingga Winter koma. Setelah sampai Axel langsung menuju rumah sakit,disana sudah ada ibu nya yang memang dia minta untuk menjaga Winter selama 1 minggu ini. “bagaimana keadaan nya bu?” tanya Axel,dia menghampiri Winter dan melihat Keadaan Winter yang penuh dengan alat bantu. “dia koma dari hari kecelakaannnya sampai ini” balas Ibu nya,Axel mengangguk dan mengambil kursi dan duduk disamping Winter sambil menggemgam tangannya “dia pasti sangat membenci ku” balas Axel,dia terlihat sedih melihat keadaan Winter sekarang. Ibu Axel yang terdiam mengamati anak nya yang sedang menyimpan wajah kesedihan,walau bagaimana pun dia bisa merasakan perasaan yang di rasa Axel sekarang. “dari awal dia sudah membenci ku dan seharus nya aku tidak memaksa nya menikah dengan cara yang seperti itu” ucap Axel lagi Dia masih mengingat bagaimana wajah marah Winter saat mendengar mereka akan menikah. “pulang lah kerumah dan ganti pakaian mu,kamu terlihat kacau” hanya itu yang dapat dikatakan ibu Axel kepada nya. Axel mengangguk,dia lalu memandang wajah Winter sekali lagi,dia sangat berharap wanita itu akan membuka mata nya secepat nya,saat itu terjadi Axel akan meminta maaf bahkan dengan bersujud sekalipun. ** Besok pagi nya Axel datang lagi dan membawakan makanan untuk ibu nya dan diri nya. “ibu makan dulu” ajak Axel sambil membuka bungkus makanan nya,ibu nya mendekat dan duduk di seberang Axel. “malam tadi dokter datang kesini” ucap ibu nya dan membuat Axel tegang “apa kata mereka” “dokter itu bilang kalau Winter mengalami benturan di bagian lobus temporal yang membuat nya kehilangan sedikit ingatan dan karena hal itu juga yang membuat nya menajdi koma” Axel terdiam “apakah ingatannya akan kembali?” Ibu nya hanya mengedipkan bahu “ibu tidak tahu itu hanya tergantung ke Winter dan keparahan benturannya,kita tidak ada yang tahu seberapa parah benturan saat kecelakaan berlangsung” “ibu tahu alasan Winter bisa kecelakaan?” Ibu nya mengangkat gelas yang berisi minuman dan meminum nya “ibu tidak tahu pasti,tapi dari penyelidikan itu kecelakaan tunggal,saat itu hujan deras mungkin karena itu ban mobil Winter selip dan membuat mobil nya terguling dan jatuh ke bawah jurang.” Axel mengerutkan kening nya,bukan kah itu terdengar aneh? Jika hanya selip ban mobil tapi kenapa bisa menyebabkan mobil nya terguling dan jatuh? Axel menarik nafas nya lalu menghembuskan nya lagi “Winter pasti sangat membenci ku” “kalian menikah di usia yang sangat muda dan hubungan kalian tidak lah baik” Axel terdiam,benar mereka menikah di usia yang sangat muda waktu itu..   ** Sudah hampir 6 bulan Winter tidak membuka mata nya juga,setiap hari nya diri nya dan ibu nya bergantian menjaga Winter,ini sudah batas waktu untuk dia bisa mengambil cuti. “kamu belum memutuskan untuk kembali?” saat ini Axel dan ibu nya duduk di balkon kamar Winter,walau dia lelah tapi tidak pernah sekalipun Axel mengeluh. “belum bu,kondisi Winter belum stabil” “kembalilah Xel,kuliah mu lebih penting” “tapi siapa yang akan menjaga Winter nanti nya?” “nanti ibu yang akan menjaga nya” Ibu Axel berbalik menatap tubuh anak nya “bagaimana pun hidup harus terus berjalan,kamu tidak bisa berhenti di tempat seperti ini” buju ibu nya “tapi bu,saat Winter bangun nanti dan melihat tidak ada aku maka dia akan semakin membenci ku bu” “itu  bukan kesalahan kamu,saat dia bangun nanti ceritakan alasan yang sebenarnya,ibu yakin dia akan paham” Axel terdiam dia sebenarnya ragu,tapi ibu nya benar kuliah nya penting,dia tidak bisa meninggalkan begitu saja. Besok nya Axel bersiap untuk pergi,walau terasa berat tapi Axel yakin kalau ini keputusan yang benar,Axel mendekati kasur tempat tidur Winter dan melihat wnaita itu lagi yang masih belum membuka mata nya. “maafkan aku,ku mohon saat bangun nanti jangan melupakan ku” Itulah pesan terakhir Axel sebelum dia pergi,dia akan mempercayakan Winter dengan ibu nya. ** sudah 1 bulan dari kepergiannya dan Axel belum menerima kabar Winter yang bangun dari koma nya,terkadang ada keraguaan di hati Axel mungkinkah Winter bisa bangun dan beraktifitas seperti dulu lagi? Drt...drt...drt.. Axel mengangkat telpon nya cepat saat melihat nomor ibu nya “iya bu?” “Winter sudah bangun” 3 kata yang mampu membuat Axel terdiam,seluruh peredaran darah dan jantung nya terasa berhenti seketika. “apa Winter mengingat nya bu?” Pertanyaan itu lah yang terlontar pertama kali dari mulut nya,entah kenapa Axel hanya ingin berharap kalau Winter tidak kehilangan ingatannya. Ada jeda beberapa saat dan membuat Axel sedikit cemas,apakah mimpi buruk nya akan terjadi? “iya,Winter kehilangan ingatannya” Deg Kali ini Axel tidak main main,jantung nya terasa berhenti berdetak dan oksigen seakan tidak sampai ke otak nya sekarang,tangannya menjadi gemetar. “dia kehilangan ingatannya dari hari kalian lulus sma sampai saat ini” Axel terdiam mendengarnya,ada begitu banyak ingatan yang di lupakan Winter bahkan kejadian penting dalam hidup nya yaitu hari pernikahan mereka Winter melupakan itu,Katakan kalau sekarang Ibunya sedang membuat lelucon untuk diri nya. “ibu nggak bercanda kan?” tanya Axel gemetar “tidak,Winter memang kehilangan ingatannya” balas ibu nya Sungguh saat ini Axel ingin menjatuhkan diri nya ke tanah dan menangis keras,tapi dia masih punya harga diri tidak lucu pria dewasa seperti diri nya jatuh dan menangis di kampus nya dan dilihat banyak orang. “baik bu,Axel akan pergi ke indonesia sekarang juga” putus Axel “jangan” Axel mengerutkan kening nya mendengar perkataan ibu nya “Keadaan Winter sedang tidak stabil sekarang,setelah ibu bilang kalau ayah nya sudah meninggal dan penyebab kecelakaan nya” Axel ternganga saat mendengar perkataan ibu nya,bagaimana bisa ibu nya langsung memberitahu hal yang pasti di benci Winter. “kenapa ibu mengatakan itu?” “maafkan ibu,tapi ibu terpaksa mengatakan semua nya,sebenarnya Winter sudah bangun sekitar 2 hari dari kebangunannya dia selalu mengatakan dimana ayah nya dan memohon untuk mempertemukan diri nya dengan ayah nya” Ibu Axel mengambil nafas dalam sebelum melanjutkan cerita nya “karena tidak tega akhirnya ibu katakan kalau ayah Winter sudah meninggal dan penyebab dia koma,setelah mendengar itu dia menjadi histeris dan tidak terkendali sepanjang hari dia hanya bisa berteriak dan menangis” lirih ibu nya,mendengar itu hati Axel seperti di remas erat,seharus nya dia yang berada disana dan menenangkan Winter bukan ibu nya. “dari perkataan dokter tadi,dia menyarankan untuk memberi ruang kepada Winter untuk menenangkan batin nya yang terguncang,apalagi dia sudah kehilangan orang tersayang nya” Tunggu jika Winter menangis,bearti penyakit nya akan kambuh? “penyakit Winter bagaimana bu?” “setiap kali dia menangis maka penyakit nya akan kambuh dan setelah itu dia akan pingsan” balas Ibu nya,Axel menutup mata nya Winter pasti sangat kesakitan sekarang. “karena itu ibu tidak ingin kamu mendatangi Winter terlebih dahulu,biarkan dia tenang dan mengingat semua nya” “tapi sampai kapan bu? Sampai kapan Winter akan kembali ingat?” tuntul Axel “maafkan ibu,tapi kita hanya bisa menunggu sampai kapan ingatan Winter kembali” Axel menutup telpon nya saat mendengar perkataan ibu nya,dia benar benar kesal bagaimana bisa dia tidak di izinkan bertemu dengan istiri nya yang sedang sakit hanya dengan alasan memberi ruang? Bukan kah kehadiran Axel yang paling di butuhkan sekarang? Axel tahu kalau ini adalah resiko yang harus dia jalani,sebelum ke pergiannya Axel memang sudah menanyakan kepada Dokter yang menangani Winter berapa persen Winter untuk tidak kehilangan ingatannya tapi tidak ada satupun Dokter yang memberi jawaban pasti semua nya hanya mengatakan jika ada keajaiban tuhan semua nya akan kembali baik. ** Sudah 2 minggu dari telpon terakhir ibu nya,hari ini Axel sudah memutuskan untuk kembali ke indonesia setelah dia mendapat libur semester nya. “halo” “ibu,hari ini Axel akan pulang” ucap Axel girang “nggak usah nak,dia sudah pergi” “maksud ibu?” tanya Axel tidak paham “Winter sudah pergi dan menjalani hidup nya sendiri” “maksud ibu apa? Dia tidak memiliki siapa siapa lagi “ sungguh Axel ingin menyumpah sekarang “5 hari lalu keadaan Winter sudah membaik,dia sudah mulai bisa menerima keadaan walau masih terkadang menangis tapi tidak seperti yang pertama kali” Axel menunggu dengan tidak sabar untuk ibu nya menyelesaikan perkataan nya “waktu itu dia bilang ke ibu ingin keluar dari rumah sakit,tapi tidak ibu bolehin dan ternyata dia kabur saat ibu pulang ke rumah” “Ibu bilang semua nya ke Winter?” “tidak semua nya tapi saat ayah nya meninggal iya” Axel terdiam mendengarnya,Winter kabur dari rumah sakit dan ibu nya dengan santai bilang seperti itu? Sial Axel sangat ingin mematahkan benda persegi panjang ini sekarang. *** Dalam flasback ini akan di bagi beberapa bagian dari pov Axel atau Winter,dan tolong perhatikan petunjuk kejadian...happy reading all..    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD