Setelah selesai makan mereka langsung menuju bandara dan berangkat ke jeju,sesaimpai nya di jeju mereka langsung pergi ke hotel karena saat mereka tiba di jeju sudah tengah malam.
“kamu sengaja kan?” ucap Winter kesal,mereka memasuki kamar yang telah di pesan
“sengaja apa nya? Bukannya tadi kamu yang memesan nya” ucap Axel santai,dia meletakkan koper mereka di pinggir pojok.
“jelas jelas tadi aku mesan 2 kamar tapi kenapa Cuma 1 yang terpesan” Winter mengucapkannya dengan kesal,jelas jelas dia tadi memesan 2 kamar di aplikasi tetapi saat mereka datang hanya ada 1 kamar yang terpesan,siapa yang tidak marah kalau begitu.
“lalu kamu mau apa? Kita pindah hotel sekarang?” balas Axel lelah,Winter terdiam hari sudah menujukkan pukul 12 malam,tidak mungkin mereka harus pindah begitu saja.
Dengan kekesalannya Winter mengambil bathrobe nya dan masuk ke kamar mandi dengan mendorong keras pintu nya,melihat itu Axel hanya bisa tersenyum licik.
Sebenarnya dia lah yang mengubah itu,saat Winter tertidur Axel mengambil handphone nya dan mengubah pesanan 2 kamar hotel menjadi 1 kamar saja,terdengar licik memang tetapi Axel puas melihat wajah kesal Winter.
**
Winter menatap pantulan tubuh nya di depan cermin,dia memegang kalung yang melingkar di leher nya,jujur saja dia masih teringat dengan jelas perkataan Axel waktu mereka di busan,Winter tidak bisa mengingat dengan jelas kapan dia mendapatkan kalung ini dan alasannya,Axel selalu mengatakan kalau dia adalah suami Winter tetapi kapan? Kapan Winter menikah dan kenapa dia bisa melupakan suatu hal yang penting dalam hidup nya,dia hanya bisa mengingat kalau Axel adalah pria paling menyebalkan yang pernah dia temui.
Winter melepas kalung nya dan mengamati nya,jika di lihat dengan detail kalung ini memiliki sebuah ruang kecil yang bisa di buka dengan kata sandi,berulang kali Winter mencoba nya tetapi gagal,dari tanggal lahir nya,tanggal kelulusannya sampai tanggal ayah nya lahir tetap gagal,dan jika merujuk ke perkataan Axel waktu itu maka jawabannya pasti terletak di cincin yang di pakai Axel sekarang.Tetapi bagaimana cara nya Winter bisa mengambil cincin itu?
Winter keluar dari kamar mandi setelah berendam selama 2 jam lama nya,ya 2 jam dia memang melakukan hal itu agar menunggu Axel tertidur tetapi rencana nya gagal saat dia melihat Axel yang sedang sibuk menatap layar ipad nya,huh kalau banyak kerjaan kenapa harus ikut.
“kamu nggak mandi?” tanya Winter dia merapatkan bathorbe nya mencegah hal hal yang tidak di inginkan lalu mengoleskan lotion ke tubuh nya.
“sudah mandi” balas Axel singkat,dia melihat singkat Winter lalu mengembalikan pandangannya lagi.
“mandi dimana?”
“di kolam renang tadi”
“serius? “ tanya Winter kaget,dia tidak bisa membayangkan betapa dingin nya
“lalu mau gimana lagi? Kamu lama banget disana,hampir aja aku dobrak kalau nggak dengar suara gemericik air”
Winter tertawa lalu,dia memang sengaja melakukannya
“Xel kamu lagi apa?” tanya Winter,dia menjatuhkan diri nya di atas ranjang dan menempalkan diri nya ke Axel.
“nggak perlu aku jawab kan? Kamu pasti sudah paham” balas Axel,Winter mencebikkan bibir nya jangan di tanya dia sangat mengenal apa yang dikerjakan Axel sekarang.
“Xel,makanan di busan enak enak ya apalagi cumi cumi nya” ucap Winter dia ingin mengacaukan konsentrasi Axel tetapi dia salah Axel membalas nya hanya dengan deheman.
Winter menjadi kesal andai saja dia tidak mengincar cincin itu sudah pasti dia tinggalkan tidur.
“Axell” Winter tidak menyerah,dia kembali mendekati Axel dan meraba d**a nya membentuk pola abstrak.
“kamu nggak mau nikmatin waktu liburan kita?” Winter mengucapkan nya dengan manja sambil terus melancarkan aksi nya,di tangan satu nya lagi dia meraba dimana cincin itu berada.
“Winter aku sekarang lagi kerja” ucap Axel akhirnya dia mengalihkan pandangannya ke Winter
“jika kamu ingin melanjutkan hal ini,tentu kamu tahu apa akibat nya nanti nya” Axel mendekati telinga Winter
“kali ini aku tidak akan menahannya,karena kamu lah yang lebih dulu memulai nya,jadi berhenti sekarang atau tidak” ancam Axel sambil berbisik ke Winter.
Winter yang mendengarnya pun menegang seketika,sial bukannya mendapatkan apa yang dia ingin kan malah Winter sendiri yang terjebak.
Dengan kesal Winter menggulingkan badannya dan memasang pembatas dengan guling untuk mehindari hal hal yang tidak dinginkan.
**
Winter terbangun saat dia merasa tubuh nya di tindih sesuatu yang berat,dia membuka mata nya dan melihat tangan Axel yang melingkar di perut nya dan memeluk nya erat,jadi ini makhluk yang membuat Winter terbangun.
Winter tersenyum licik saat melihat cincin yang dia cari melingkar di tangan yang sedang menindih perut nya,Winter mengalihkan pandangannya menatap Axel yang sedang tertidur lelap,dengan perlahan dia menarik cincin itu agar tidak membangunkan Axel.
Setelah berhasil,Winter dengan cepat menyingkirkan tangan Axel dan bangun dengan pelan lalu memasang cardigan nya,Winter berjalan dengan pelan menuju kolam renang.
Dia duduk di pinggir kolam renang dan mengamati cincin nya,dimana kata kunci yang disebutkan Axel waktu itu.Berulang kali Winter mengamati tetapi tidak ada huruf atau angka,apa Axel membohongi nya.
Dengan kesal Winter mengangkat tubuh nya tetapi tangannya malah melepaskan cincin dan membuat nya terjatuh ke genangan air,Winter mengerutkan alis nya saat melihat warna cincin itu berubah menjadi putih tulang saat terkena air dan di belakang nya muncul kombinasi angka yang tidak dia kenali,Winter terdiam dia mencoba mengingat kombinasi angka ini tapi tidak berhasil dia tidak bisa mengingat nya.
Dengan cepat Winter memasukkan kombinasi angka itu ke kalung nya,dia sebenarnya tidak yakin tetapi tidak ada salah nya bukan mencoba.
Kalung itu terbelah menjadi 2 bagian,Winter mengerutkan kening nya saat dia melihat ada sebuah cincin yang sama dengan cincin yang dimilikii Axel tetapi ini bewarna emas yang cantik sedangkan Axel ada silver.
Winter mengambil cincin itu dan mengamati nya ada sebuah tanggal yang sama dengan tanggal di cincin Axel 02032006,apakah ini tanggal pernikahan mereka? Keterkejutan Axel juga belum berakhir saat melihat sebuah insial A dan A ? apakah ini kepanjangan dari Azri dan Aileen ?
Tiba tiba kepala Winter menjadi sakit dan sekelebat bayangan melintas di pikirannya,tapi aneh nya bayangan itu diri nya sedang berdiri kaku di samping pria dan wanita tua yang menatap dia dengan tajam.
“Winter kamu sedang apa?”
Winter dengan cepat menyembunyikan cincin tadi ke belakang punggung nya saat mendengar suara Axel yang memanggil nya
“eh,kamu bangun Xel?” ucap Winter santai,tapi sebenarnya dia mencoba menyembunyikan kegugupannya
“saat aku meraba bagian kasur sebelah kamu nggak ada,jadi aku bangun buat mencek” balas Axel,Winter mengangguk mengerti
“hmm..kalau begitu kita tidur lagi ya” Winter memasukkan cincin itu ke saku cardigannya dan menarik tangan Axel masuk.
Winter menarik Axel ke dalam dan membiarkan badan mereka berbaring di atas kasur
“Axel” ucap Winter terkejut saat Axel memeluk diri nya kuat.
“biarkan malam ini aku memeluk mu” ucap Axel,dia memejamkan matanya kembali.
“aku tahu kalau kamu mengambil cincin ku,besok pagi kembalikan ya”
Winter mematung saat mendengar perkataan Axel,jadi pria itu tahu kalau dia mengambil cincin nya? Tapi kenapa Axel tidak marah?
Winter masih tidak mengerti kenapa diri nya bisa menjadi istri nya Axel,dan buat apa Axel meminta nya untuk menikah dengan diri nya lagi kalau mereka sudah menikah? Dan alasan dari mereka menikah itu apa? Bukankah semua ini terasa aneh.Winter hanya takut jika dia menyakini apa yang di katakan Axel itu bohong dan membuat nya menjadi sakit.
**
Axel berulang kali mengajak Winter tetapi Winter berulang kali menolak,dia hanya duduk di atas batu karang besar dan melihat percikan air terjun yang turun dengan derasnya,padahal ini kesukaan Winter tetapi Winter tidak tahu kenapa diri nya merasa sangat tidak mood hari ini dia hanya ingin duduk saja dan melihat lihat.
Sedangkan Axel yang melihat kelakuan Winter hanya bisa tersenyum kecut,dia sudah tahu kalau Winter akan seperti itu saat dia melihat isi dari kalungnya.
Axel tahu isi pikiran wanita itu pasti bertanya tanya,tapi biarkan lah dulu Axel tidak ingin membuat ingatan Winter bekerja keras dan tentu nya jika Winter mengingat nya mungkin wanita itu akan meninggalkannya karena kesalahpahaman yang terjadi dulu.