Winter akhirnya tiba di sungai han setelah setengah jam berjalan,ternyata Axel tidak berbohong pemandangan disini sangat lah indah dan ada banyak orang yang berlalu lalang,dari yang ber olahraga di malam hari sampai hanya duduk santai,terutama disini banyak anak muda yang berpacaran dengan bebas nya.
Winter mengedarkan pandangannya dan menatap balik diri nya,orang orang disini memakai baju santai yang stylish tidak seperti dia yang memakai pakaian kantoran.
“Xel,kayanya kita salah kostum” bisik Winter
Axel mengalihkan pandangannya ke Winter dan menatao nya dari atas ke bawah
“kenapa?”
“lihat mereka memakai pakaian yang bagus tidak seperti aku” Winter menunjuk salah satu anak muda yang sedang berpacaran dengan santai nya tapi dengan cepat Winter membulatkan mata nya saat melihat anak muda itu berciuman di depannya,sial wajah Winter menjadi merah seketika,bisa bisa nya mereka seperti itu di depan umum.
“kamu nggak perlu terkejut seperti itu,disini sudah sering seperti itu”ucap Axel dengan santai nya.
Winter langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan menjauhi Axel,dia hanya merasa sedikit malu dan terkejut.
“hey tunggu” Axel langsung menyusul Winter dan menyamakan langkah nya dengan Winter.
Winter dan Axel berjalan jalan sambil menyusuri sungai han
“Xel,itu apa?” Winter menunjuk sebuah taman yang di hiasi dengan hiasaan kelinci yang sangat cantik
“itu biasanya event yang diadakan fans untuk idol mereka,biasanya karena idol mereka ulang tahun”
“idol mereka kelinci?” tanya Winter dengan polos nya dan membuat Axel tertawa seketika
“bukan,itu seperti perumpamaan seperti idol mereka di lambangkan dengan kelinci”
“lalu kenapa mereka di lambangkan sebagai hewan? Wajah mereka mirip dengan kelinci?”
“yah bukan,alasannya kenapa aku juga nggak paham dengan hal hal seperti itu” balas Axel,dia mengacak rambut Winter gemas.
“tapi kamu tahu itu semua dari mana?” Winter penasaran,bagaimana Axel tahu sedangkan dia sendiri tidak tahu akan hal itu.
“yah karena aku sering main ke korea,jadi hal seperti itu aku tahu” bela Axel
Winter mengangguk dan mengajak Axel untuk masuk ke dalam,di dalam ada begitu banyak hiasan bertema kan kelinci dari lampu,permen,sampai boneka kelinci pun tidak ketinggalan tapi tentu nya idol yang sedang berulang tahun lah yang paling menarik perhatian Winter,Winter berjalan mendekati pajangan foto yang sengaja di susun dalam huruf hangul yang arti nya tidak di mengerti oleh Winter.
“imut banget” ucap Winter sambil menujuk sebuah foto yang menunjukkan idol yang berulang tahun itu memakai beanie kelinci
“imut? Pria yang memakai beanie kelinci dan ternyum lebar itu kamu sebut imut?”
Winter mengangguk,apa dia salah?
Axel menggeleng “aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian,jelas jelas tampan aku masih” Axel tidak terima
“kalau kamu aku sebut imut juga,maka pakailah kita bandingkan mana yang lebih imut.itu” Winter menunjuk foto tadi “atau kamu”
Axel mengerucutkan bibir nya,kalau dia memakai hal seperti itu bisa hancur harga diri nya
“nggak,kalau nanti ketemu pegawai ku gimana? Yang ada aku bakal di tertawakan”
“ya sudah kalau nggak mau” Winter kembali berjalan dan melihat lihat,andai saja ada Sabila mungkin wanita itu akan berteriak histeris.
“hidup seperti mereka pasti menyenangkan,ada banyak penggemar yang menyukai mereka” Winter merasa takjub dengan event buatan ini karena di siapkan begitu matang dan indah
“mereka memang terkenal tapi di lain sisi mereka punya haters dan sasaeng yang 24 jam akan menganggu mereka”
Winter menatap Axel dengan curiga kembali
“katakan,sebenarnya kamu menyukai mereka kan?” desak Winter,Axel menggeleng keras
“3 bulan lalu,aku ngontrak idol terkenal buat jadi BA barang launching terbaru,dan yah pemintaan dari pihak agensi mereka cukup ribet karena harus menyediakan penjagaan dan fasilitas lain”balas Axel
“setiap kami pengambilan photoshoot walaupun sudah di jaga banyak bodyguard tapi pasti saja ada yang berhasil mengambil foto mereka,bahkan idol itu pun harus meminta maaf ke aku karena ulah sasaeng mereka yang membuat tempat syuting menjadi kacau” cerita Axel,Winter mengangguk ternyata pekerjaan mereka tidak seindah yang terlihat,tapi bukankah semakin tinggi pohon maka semakin kencang anginnya? Mereka mendapat banyak ketenaran tetapi di balik itu ada banyak masalah yang harus di hadapi.
**
Winter dan Axel menikmati ramyeon di pinggir sungai han,setelah lelah berjalan jalan akhirnya mereka memutuskan berhenti dan masuk ke minimarket untuk membeli beberapa jajanan yang enak.
“besok kamu sudah nggak masuk kerja lagi kan?”
Winter mengangguk sambil menyeruput mie nya,ahh rasanya menjadi sangat enak saat di nikmati seperti ini.
“mau kemana?”
Winter berhenti menyeruput mie nya dan menatap Axel dengan curiga
“aku nggak akan beritahu kamu aku akan pergi kemana” balas Winter,Axel pasti akan mengikuti nya dan menghancurkan liburannya
“aku hanya ingin merekomendasikan kamu untuk pergi ke busan dan jeju” Axel berhenti dan memakan ramyeon nya
“di busan terkenal dengan makanan laut nya dan jeju pemandangan dan pantai nya sangat indah”
Winter nampak berpikir,seperti nya tempat yang di rekomendasikan Axel terdengar menyenangkan.
“akan aku pikirkan” balas Winter.
**
Winter memeriksa barang bawaannya dengan teliti,dompet dan password tidak boleh ketinggalan
“sepertinya semua sudah siap” gumam Winter,dia keluar dari kamar nya sambil membawa koper karena dia akan bermalam 1 malam di jeju,tapi betapa terkejut nya dia saat di bawah dia melihat Axel yang berpakaian santai sedang duduk dengan manis nya di meja makan.
“kamu terlalu lama untuk bersiap” sindir Axel sambil memakan roti panggang nya
“kamu mau kemana?”
“ya kemana lagi,ikut kamu lah”balas Axel dan membuat Winter membulatkan matanya,look firasat nya tidak pernah salah,Axel tidak akan membiarkannya pergi sendiri.
“aku bisa pergi sendiri”
Axel mengangguk “aku tahu,tapi aku ingin ikut,aku hanya ingin menjaga istriku dari melihat lihat oppa oppa disana”
Winter tertawa mendengarnya saat Axel mengatakan oppa oppa,kata apalagi yang pria itu gunakan
“kamu banyak pekerjaan di kantor,lagi pula aku menginap disana” Winter mengadahkan kepala nya,kali ini Axel tidak bisa membalas nya
“sudah aku pindahkan ke sekretaris ku dan semua pertemuan sudah seleaI”
Sudut bibir Winter yang awal nya menaik perlahan menurun,sial Axel berhasil membalas nya.
“tapi kamu tidak bawa koper”
“aku bisa membeli pakaian disana” Axel berdiri berhadapan dengan Winter “jangan lupakan kalau aku adalah seorang CEO” balas Axel dan berjalan menjauh.
“kalau kamu masih berdiri disitu maka kita akan ketinggalan kereta”
Dengan terpaksa Winter mengikuti langkah kaki Axel di belakang.
***
“kamu cari apa?” tanya Axel,saat ini mereka di dalam kereta dan sedari tadi Winter celingukan seperti mencari sesuatu.
“perut ku lapar,disini tidak ada yang jual makanan?” cicit Winter
Axel menggeleng “kamu pikir ini di indonesia ada pedagang asongan?”
Axel mengambil sesuatu dari tas nya dan memberikan nya ke Winter
“makan ini untuk mengganjal rasa lapar” Winter menerima nya dan menyeringit bingung,bentuk nya segitiga dan di bungkus rumput laut kering
“kamu nggak bawa yang lain selain ini? Hmm nasi gitu?”
Takk
Winter mengelus dahi nya yang di setil Devan
“kamu kira tas ku kantong doraemon,makan lah itu juga ada nasi nya” balas Axel
Winter mengerucutkan bibir nya dan berusaha membuka bungkus nya,sial bungkus nya tidak bisa di robek seperti dia membuka chiki chiki,Winter benci ini sepertinya dirinya memang tidak di takdirkan untuk tinggal di korea,bisa bisa mati kelaparan dia.
“harus nya kamu tarik ini dulu,seperti di petunjuk nya bukan di robek seperti kamu membuka bungkus chiki” omel Axel,dia mengambil makanan Winter dan membuka nya dengan perlahan.
“ya mana aku tahu kalau buka nya seperti itu” bela Winter,sebenanrya dia sangat malu sekarang apa boleh dia pergi dan menenggelamkan diri nya di samudra pasifik sekarang?
Axel mengembalikan lagi makanan Winter,Winter menatap nya aneh karena makanan itu di selimuti oleh rumput laut tapi biarlah daripada cacing di perut nya berontak.
“enak?”
Winter mengangguk,akhirnya ada makanan yang masuk ke lidah dia
“rasa apa nih Xel?”
“tuna mayo” Winter kembali mengangguk,pantas dia suka karena isi nya tuna
**
setelah 1,5 jam akhirnya mereka sampai di tempat makan yang sudah di reservasi sebelumnya,jika kalian berpikir Axel pergi dengan tangan kosong saja maka jawabannya salah dia sudah menyiapkan semua nya dari kemarin.
“atas nama Axel” ucap Axel ke pelayan yang menyambut mereka di depan pintu
“Xel,kamu sudah nyiapin ini semua?” tanya Winter,karena dia terkejut saat Axel membawa nya ke restoran yang sangat terkenal di busan,di mana Winter tahu ya dia mencari nya di internet..
“iya” balas Axel singkat,dia menarik kursi Winter dan mempersilahkannya duduk
“kamu kaya baik banget hari ini,aku curiga,jangan jangan nanti kamu minta sesuatu” balas Winter
“iya nanti malam,kita ngelakuin kaya hal kemarin ya” goda Axel dan membuat pipi Winter memerah,sial
“in your dream” balas Winter judes,padahal dia sengaja melakukannya untuk menyembunyikan kegugupannya.
“kenapa? Kamu kan istri ku apa salah nya?”
“ya !,sejak kapan kita menikah?” Winter kesal,dia benar benar tidak mengingat dimana mereka menikah dulu
“aku nggak bawa bukti surat nikah kita tapi kalung di leher mu itu sudah menjawab semuanya”
Winter dengan cepat memegang kalung di lehernya,dia lupa kapan dan mengapa dia bisa menggunakan kalung ini,yang dia ingat kalau kalung ini sudah lama berada di leher nya.
Kalung yang terbuat dari emas murni itu memiliki rongga yang bisa di buka dengan kata sandi,dan sial nya Winter melupakan kata sandi itu,sehingga dia tidak menganggap kalung ini penting.
“kamu nggak akan bisa mengingat kata sandi nya” ucap Axel saat Winter berulang kali memutar dan mencocokkan angka
“sandi nya ada di dalam cincin ini” Axel mengangkat tangannya dan memperlihat kan sebuah cincin perak yang melingkar manis di jari manis nya.
“wait,sejak kapan Axel memakai cincin?” pikir Winter,apa diri nya baru sadar kalau Axel memakai nya?
“Axel p-“
“makanan datang” pria yang membuka kan pintu untuk mereka tadi,datang dengan membawa begitu banyak seafood dari kepiting,kerang abalon,gurita,ikan ikanan bahkan kerang kerang yang dia tidak tahu cara makanannya.
“nasi nya nanti bisa di tambahkan saat mie nya habis” ucap nya
“kamu orang indonesia?” tanya Winter terkejut saat pelayan tadi berbicara bahasa indonesia
“nggak,tapi nenek saya berasal dari sana jadi sedikit kata seperti ini saya masih bisa”
Winter mengangguk,tapi dia cukup terkejut karena pengucapannya cukup fasih.
**
Winter dengan lahap memakan kepiting nya,belum pernah dia melihat kepiting yang sebesar ini sebelum nya bahkan daging nya pun sangat manis.
“Xel” Axel mengangkat kepala nya saat nama nya di panggil Winter
“makasih ya”
Axel membulatkan mata nya saat Winter mengucapkan terima kasih
“makasih,sudah membawa aku ke tempat seperti ini” ulang nya lagi,Axel tersenyum lebar saat Winter mengucapkannya,sudah lama Winter mengucapkan hal manis seperti ini biasanya hanya kata pedas dan judes lah yang keluar dari mulut nya.