Winter memegang kepala nya yang sakit,sial kenapa malam tadi dia harus minum alkohol sampai mabuk dan pagi nya dia harus menerima semua ini.mata Winter membulat saat dia merasa ada tangan yang memegang perut nya dan suhu dingin yang langsung menyapu kulit nya,dengan cepat Winter bangkit dan menolehkan kepala nya ke samping.
“akh” teriak Winter saat melihat Axel yang sedang tidur dengan santai nya di samping nya
“apasih teriak teriak” ucap Axel sambil menutup telinga nya pakai bantal
“kalau kamu teriak semua orang akan bangun” lanjut nya
“kamu ngapain ada disini?” tanya Winter kesal
“ngapain? Kamu nggak ingat tadi malam?” Axel menatap Winter dengan polos,Winter terdiam dia berusaha mengingat ingatan malam lalu,walau hanya ada beberapa yang dia ingat tetapi dia masih bisa mengingat apa yang mereka lakukan malam tadi !!
“kamu memperkosa aku?!” tanya Winter cepat,karena dia hanya mengingat beberapa potongan saja
Axel yang mendengar nya pun tertawa keras
“sepertinya benar karena alkohol malam tadi,bukan hanya kesadaran kamu yang hilang tapi otak kamu juga” Winter yang mendengarnya pun merasa jengkel dengan Axel
“pertama,aku tidak melakukan hal itu sampai sejauh itu dan kedua malam tadi yang menggoda aku siapa ? kamu “ balas Axel dan membuat kemarahan dan rasa malu Winter menjadi satu.
Dia langsung bangkit dan menuju kamar mandi,sialan Axel membuat nya harus kehabisan kata kata,bagaima mungkin malam tadi dia yang menggoda nya,otak Axel pasti sudah berkurang kepintarannya hingga bisa mengatakan hal seperti itu.
“asataga” ucap Winter kaget saat melihat pantulan diri nya di cermin,seluruh tubuh nya penuh dengan tanda merah di seluruh tubuh nya,apa nya yang tidak melakukan hal sejauh itu kalau ini bukti nya terpampang nyata?
Winter mendekati wastafel dan meneliti beberapa tanda itu,sial tanda ini sangat sulit untuk di hilangkan bahkan ditutupi make up pun masih terlihat buram,Winter memegang kepala nya,tiba tiba saja kepala nya terasa sangat pusing sekarang.Axel sangat berani memanfaatkan ketidakberdayaannya.
**
Setelah hampir 1 jam Winter berkutat dengan sabun dan air sampai kulit nya kemerahan tapi tetap saja tanda itu tidak hilang hilang,dia akhirnya menyerah dan keluar dari kamar mandi.Winter berjalan sambil melihat ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Axel ternyata pria itu masih asik tiduran di atas bed nya.
“Axel kamu harus tanggung jawab sekarang!” ucap Winter kesal
Axel menaikkan satu alis nya saat melihat Winter yang menyerang nya dengan hanya memakai pakaian bathrobe
“tanggung jawab? Kamu mau kita menikah? Tidak bisa kita sudah menikah” ucap Axel
“atau kamu kita menikah sekali lagi di korea? Biar kaya di drama drama gitu?”
Winter memutar kedua bola mata nya “bukan !,aku mau kamu tanggung jawab dengan tanda yang kam u buat” Winter memperlihat kan beberapa tanda yang di buat Axel di lehernya
Axel tersenyum senang “bukankah tanda yang aku buat itu terlihat bagus?”
“mata kamu yang bagus,bagaimana kalau ini kelihatan orang lain?”
“oh kamu malu kelihatan orang lain,bagaimana kalau aku buat tanda di lain tempat yang nggak terlihat orang lain?”
Kesabaran Winter sudah habis,dia mengambil alat make up nya dan melempar nya ke Axel sedangkan Axel dia mehindar dan bangkit dari bed.
“pergi dari sini ! “ ucap Winter kesal
“aku benci kamu” lanjut nya,sambil mendorong Axel ke pintu
“aku cinta kamu” balas Axel dan membuat Winter semakin kesal,dia membuka pintu kamar nya dan mendorong keras Axel keluar,sial dia sudah tidak perduli jika ada yang melihat nya,pria seperti Axel ini tidak bisa di beri ampunan
**
Winter menutupi wajah nya dengan tangan berulang kali karena panas yang menderanya,Winter tidak mengerti saat malam suhu nya sangat dingin tetapi saat siang malah panas walau tak seterik di indonesia tetap saja mampu membakar kulit wajah nya apalagi sedari tadi Winter berada di luar ruangan berjam jam berdiri !.
“kamu baik baik saja?” tanya Devan,Winter mengangguk dan kembali memeriksa bahan baku yang ingin di produksi,dia tidak ingin melakukan kesalahan dan membuat nya harus menerima amarah dari boss pelit nya.
“kalau kamu lelah,bisa duduk sebentar biar aku yang memeriksa nya”
Winter menggeleng “tidak,aku masih tahan” balas nya,Devan mengangguk dan berdiri di samping Winter,dia memperhatikan bagaimana wanita itu mengecek setiap barang yang datang.
Jujur Devan cukup kagum dengan Winter,di usia yang cukup muda dia sudah memiliki jabatan yang tinggi di tambah dia terkenal dengan pekerja keras nya,untuk bisa mencapai posisi Winter sekarang sangat sulit apalagi hanya mengandalkan kerja keras nya dan Winter bisa melakukan dan membuktikannya.
Setelah seharian mereka berkutat dengan panas akhirnya Winter dan Devan bisa istirahat makan malam sebelum harus kembali ke kantor.
“kamu mau apa?”
Winter memperhatikan setiap menu tertulis dan dia tidak bisa membaca nya sama sekali,dia tidak mengerti dengan huruf hangul yang tertulis disana.
“sama dengan kamu saja”
“kamu mau bibimbap?”
Winter mengangkat kedua alis nya tidak tahu akan makanan nya.
“itu sejenis nasi campur yang nanti di campur sayur,daging sama saus mau?”
Winter mengangguk seperti nya terdengar enak,sambil menunggu Winter dan Devan berbincang bincang ringan,Winter baru tahu kalau alasan Axel membuka cabang di korea karena nilai investasi yang sedang naik,pantas saja Axel ngebet untuk membuka cabang disini.
“ini apa nama nya?”
Winter melihat sebuah makanan bewarna merah yang menarik perhatiannya
“sundae,biasanya terbuat dari darah sapi/babi”
Baru saja Winter ingin menyuapkan makanannya ke dalam mulut tapi tidak jadi,dengan cepat dia meletakkkannya kembali
“kenapa di taruh lagi ? rasa nya enak” Devan mengambil sepotong dan memakannya
Winter bergidik ngeri saat melihat Devan memakannya dengan lahap “tidak,aku tidak bisa memakan darah” tolak Winter.
Winter kembali memakan makanannya dengan tidak lahap,seperti nya selera nya tidak cocok dengan makanan disini,sebenarnya makanannya enak tapi lidah Winter yang terlalu desa buat makanan yang seperti ini,jika di depannya ada nasi padang atau mie ayam,Winter akan maju pertama kali untuk menghabiskannya.
**
Winter memasuki kantor nya saat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,walau cukup malam tetapi lalu lintas masih ramai bahkan ada beberapa pegawai yang masih lembur,harus Winter akui kalau orang orang disini pekerja keras,kalau Winter di indonesia jam 9 malam mungkin sudah merebahkan diri di atas ranjang sambil berselancar di sosial media.
“dimana ya dokumen nya” Winter bolak balik dari lemari satu ke lemari selanjut nya untuk mencari cari Dokument nya,salah nya juga sih meletakkan sesuatu secara sembarangan.
“ah ketemu” ucap Winter senan g,saat dokument yang dia cari berada di bawah lemari nya.
“astaga” Winter menjatuhkan dokumennya kembali,terkejut saat dia berbalik malah ada seorang laki laki di belakang nya.
“maaf,aku tadi hanya ingin menyapa kamu” ucap pria itu,dia juga berjongkok membantu Winter memungut dokumen yang berserakan tadi.
“its okay” setelah terkumpul semua Winter menegakkan tubuh nya,begitu pula dengan pria itu.
“hallo,kita belum sempat berkenalan,nama ku park” Pria itu memajukan tangannya mengajak untuk berkenalan.
Winter terkejut saat ptia itu menjulurkan tangannya “hm Winter” balas Winter singkat,dia membalas jabatan pria itu dan cepat melepaskannya,dia harus berhati hati dengan orang asing bukan.
“pegawai baru disini? Aku baru pertama kali melihat mu” ucap Park
Winter mengangguk canggung,dia bingung kenapa pria ini baru melihat nya padahal Winter di siang hari selalu keluar masuk kantor ini.
“mau ku antarkan dokumen nya? Kayanya kamu kerepotan bawa nya” pria itu ingin mengambil dokumen yang berada di tangan Winter,tetapi Winter dengan cepat menjauhkannya.
“eh nggak terima kasih,aku bisa bawa sendri”
“nggak papa,aku bawa mobil,apartemen kamu dimana? Siapa tahu kita satu distrik” pria itu tetap memaksa Winter untuk membawakan dokumennya
Karena pria itu terus memaksa Winter,akhirnya membuat Winter takut dan lari dari sana,Winter berlari secepat dia bisa,dia masih ingat pesan dari Sabila jika ada pria yang ajak dia ke Apartemen atau hotel jangan pernah mau apapun alasannya jika ingin “aman”.Winter akhirnya berhasil keluar dari kantor,walau jam sudah jam 10 malam tapi jalanan masih terlihat ramai untung nya.
Winter menormalkan nafas nya dan mulai berjalan normal,berjalan pulang menuju hotel nya,dia tidak tahu bagaimana cara nya untuk memesan taxi disini jadi terpaksa harus berjalan kaki menuju hotel.
Sembari di perjalanan pulang Winter mengamati setiap sudut jalanan kota,ternyata seperti ini seoul yang sering dia lihat di tv,sangat modern dan rapi,di setiap papan reklame yang dia lewati Winter bisa melihat wajah wajah idol korea dengan berbagai macam tujuan ada yang untuk ucapan ulang tahun,promosi atau iklan,walau Winter tidak tahu sama sekali tentang kpop tapi dia tidak buta dia masih tahu hal hal macam begini dari Sabila,teman nya itu sangat menyukai kpop bahkan Winter pernah nonstop di minta nonton mv idol favorit nya dengan hadiah traktir makan siang bahkan sekarang Sabila sudah meminta nya oleh oleh dan titipan.
Winter menggaruk kepala nya,dia bingung membaca chat dari Sabila,demi tuhan dia tidak tahu benda apa yang di titip Sabila untuk dia belikan,disana tertulis album,merch,dan boneka !
Dengan bingung Winter mencoba masuk ke dalam sebuah toko yang terlihat banyak menjual pernak pernik idol,jika Winter tidak membelikan titipan Sabila maka siap siap saja wanita itu pasti akan mengamuk.
“sorry,do you have any selling this thing?” Winter memperlihatkan benda yang di pesan Sabila
“sure” penajag toko itu pun bangkit dan mengarahkan ke etalase besar yang di dalam nya banyak benda mirip yang di inginkan Sabila.
“which idol?”
“eh hm...” Winter menscroll kembali chat mereka untuk melihat idol mana yang di minta Sabila
“NCT Dream”ucap Winter,penjaga itu pun mengambilkan beberapa benda dan menyusunnya di depan Winter.
“which album?”
Winter menghembuskan nafas nya dia seperti orang bodoh sekarang,bagaimana dia tahu album mana yang diinginkan Sabila.
“All” balas Winter tidak ingin pusing
“All? You sure?” Winter mengangguk bingung
“some of the album are limited editions,the prince is slightly more expensive” ucap penjaga itu menejlaskan,tapi Winter tidak paham apa yang lebih mahal,dia pikir untuk sebuah buku yang berisi cd itu mungkin tidak terlalu mahal,setidak nya masih bisa di jangkau oleh kantong nya
“no problem,i will take all” balas Winter,penjaga itu pun mengangguk dan mulai membukus pesanan Winter,Winter pergi ke kasir dan kali ini dia harus antri panjang !
Ini setengah 11 malam dan masih banyak pelajar yang berkeliaran memakai baju sekolah,apa mereka tidak kelelahan untuk pergi ke sekolah lagi besok?
“this” Winter menyerahkan belajaannya untuk di hitung
“500 usd”
Winter membelalakkan mata nya saat mendengar harga belanjaannya semua nya 500 usd,Winter tidak percaya saat dia menghabiskan 500 usd buat benda tipis ini.
**
Sepanjang hari ini Winter hanya kebanyakan duduk dan berdiam,entah kenapa dia menjadi tidak semangat,pekerjaannya sudah hampir selesai dan mungkin Winter besok bisa pulang kalau dia mau.
“kenapa jadi cemberut?” Devan duduk di samping Winter dan memberikan minuman kepada nya.
Winter menggeleng “hanya kurang semangat”
“kenapa?” Winter hanya menggeleng sebagai jawabannya,dia benar benar tidak semangat entah kenapa mood nya semakin menurun.
“seharusnya semangat,kan besok kamu bisa minta libur”
Winter mencebikkan bibir nya “nggak asik kalau liburannya sendiri”
“kamu mau aku temani,aku bisa minta izin 1 atau 2 hari” tawar Devan,tapi Winter menggelengkan kepala nya cepat,dia tahu kalau pekerjaan Devan sangat lah banyak.
“tidak usah,pekerjaan kamu kan masih banyak”
“tapi-“
drt...drt..
Winter dengan cepat mengambil handphone nya dan melihat nama si pemanggil yang ternyata Sabila,yes Sabila memanggil nya di waktu yang tepat.
“halo” Winter berjalan sedikit menjauhi Devan dan memberi isyarat ke Devan kalau dia akan berbicara lama di panggilan ini.
“kamu beliin album aku?” Winter nya menghembuskan nafas nya,temannya ini tidak ada manis manis nya sama sekali,bukannya mengucapkan salam malah meneror dia dengan pertanyaan.
“kamprettt,gaji ku bulan ini habis gara gara beli buku ada cd nya itu !!” teriak Winter kesal,dia tidak peduli dengan Devan yang memandangnya bingung
“eh sembarangan itu album namanya” balas Sabilla
“terserah apa itu,pokoknya habis ini kamu ganti semua”
“iya iya nanti aku ganti kok,btw kamu buka nggak album nya? Dapat pc siapa?”
Winter ternganga mendengarnya,sekarang bahasa apa lagi yang di pakai Sabila,dia tidak mengerti pc pc apa,emang di dalam buku itu ada hadiah nya?
“Pc apaan?”
“heh,itu nanti saat kamu buka album nya ada kertas persegi gambar mereka”
Terdengar desahan lelah dari Sabila “kamu mau koleksi buku atau kertas blanko sih” ucap Winter bingung,temannya ini seperti nya memang sedikit aneh
“sudah ku bilang itu al-“
Winter langsung menutup panggilan nya sebelum Sabila menyelesaikan kalimat nya,sebelum dia semakin gila mendengar bahasa yang tidak dia mengerti dari temannya itu.
***
Winter merenggangkan badannya,seharian di muka laptop cukup membuat punggung nya menjadi sakit,sekarang pekerjaannya sudah selesai jadi dia bisa terbebas dan mengambil cuti.
Jam menunjukkan pukul 8 malam,kalau dia pulang ke hotel rasanya tidak asik,lebih baik dia berjalan jalan dulu tapi kemana? Winter mengangkat kedua bahu nya dia akan berjalan kemana dia inginkan.
“Winter”
Winter membalikkkan badannya saat mendengar seseorang yang memanggil nya
“Axel?” tanya Winter saat melihat Axel yang belum pulang sama seperti diri nya
“kamu belum pulang?” Winter hanya diam saat di tanyai Axel,ingat dia masih kesal dengan kelakuan pria itu tempo hari.
“mau jalan jalan ke sungai han? Kata orang kalau malam,pemandangan di sana sangat cantik”
Winter mengalihkan pandangannya,seperti nya itu ide yang baik,Axel tersenyum tipis dia tahu kalau Winter ingin ke sana.
Sekarang Winter dan Axel berjalan beriringan satu sama lain,malam ini suhu nya sangat dingin dan sial nya Winter tidak membawa sarung tangan,kebiasaan dia selalu seperti ini melupakan suatu hal yang penting.Melihat Winter yang berulang kali menggosokkan tangannya membuat Axel menarik tangan Winter dan memasukkan nya ke dalam jas nya,awal nya Winter menolak tapi Axel tetap bersikeras menahannya.
“lepas”
“diam,kamu ingin besok nya kamu terbaring di atas ranjang?” Winter pun terdiam setelah Axel mengatakan itu.