Besok keberangkatan mereka ke korea dan Winter masih belum memutuskan untuk pindah ke Apartemen yang di belikan oleh Axel,entah kenapa dia merasa tidak enak padahal kan itu adalah hak nya Winter tetapi Winter tidak enak hati kalau harus menerima nya begitu saja.
Winter membalikkan badannya sudah jam 12 malam tapi dia belum bisa tidur,sedari tadi pikirannya melayang entah apa yang dia pikirkan sampai tidak bisa tidur,Winter mengalihkan pandangannya ke samping dan melihat koper nya yang masih kosong,dia bangkit dan mulai merapikan pakaiannya lebih baik dia merapikan sekarang agar tidak ada yang tertinggal besok.
“pakaian renang bawa tidak ya” Winter menimbang untuk membawa pakaian renang nya atau tidak,walau mereka hanya pergi ke korea tetapi bukankah pantai disana juga bagus? Setelah pekerjaan nya selesai mungkin dia bisa minta libur 1-2 hari.WInter mulai memasukkan pakaian nya dari pakaian formal sampai dress yang akan dia pakai untuk bersantai.
Butuh waktu 2 jam untuk nya berkemas,walau Winter tidak membawa banyak pakaian tapi tetap saja dia membutuhkan banyak usaha untuk menata nya,setelah memastikan perlengkapan nya selesai Winter pergi ke dapur untuk membuat teh,tengah malam seperti ini memang waktu yang tepat untuk overthingking.Terkadang Winter akan duduk di balkon nya untuk sekedar menikmati hembusan angin malam seperti sekarang.
Sering saat seperti ini dia akan teringat dengan ayah nya,dahulu ayah nya sangat suka membawa nya ke pantai untuk sekedar mencari kerang,pernah waktu itu saat dia pergi ke pantai dengan ayah nya Winter menemukan satu kerang yang besar,Winter sangat senang saat itu dia bahkan menunjukkan nya kepada ayah nya.Saat diri nya meletakkan kerang itu di pinggir pantai dan saat kembali kerang itu sudah tidak ada,mungkin terseret ombak tapi karena waktu itu diri nya masih kecil Winter tidak mengerti akan hal seperti ini,dia menangis histeris hingga harus di rawat di rumah sakit.
Jika di pikir pikir rumah sakit sudah seperti rumah kedua untuk nya,dia sangat sering masuk rumah sakit saat kecil bahkan Winter kenal dengan semua perawat dan dokter d rumah sakit itu.
Ahh jika mengenang masa lalu sangat lah indah,jika diri nya di beri kesempatan untuk mengulang,sudah pasti Winter akan memilih untuk mengulang waktu dengan ayah nya,Winter ingin berada lebih lama di samping ayah nya dan melupakan semua masalah yang terjadi.
Tapi itu tidak mungkin kan?
Winter tertawa sambil menggelengkan kepala nya,dia terlihat seperti orang gila sekarang jika seperti ini.
**
Winter terus mendumel di dalam hati nya,saat hanya dia dan perempuan yang di bawa Axel di hari lalu yang ikut ke korea,suasana nya canggung tentu saja,wanita nya hanya berdua dan sisa nya laki laki walau mereka berkeja bersama cukup lama tapi tetap saja Winter tidak biasa seperti ini ditambah dia tidak akrab dengan wanita yang di bawa Axel kemarin.
“kamu mau sarapan makaroni chese ?” Saat ini pesawat mereka harus delay dan Devan mengajak nya untuk sarapan terlebih dulu
Winter melepas kacamata hitam nya dan menggeleng,sia sia dia tampil keren seperti ini jika dia harus kalah dengan wanita yang di samping nya,siapa lagi kalau bukan wanita Axel,serius Winter bahkan tidak tahu nama nya siapa dan dia memutuskan akan memanggil wanita Axel,karena wanita itu selalu di samping Axel.
“pesan roti gandum aja”
“kamu yakin? Perjalanan kita jauh” Devan ragu untuk memesan,karena dia tahu Winter belum makan sama sekali.
Winter mengangguk ‘aku tidak selera makan” balas nya
Devan mengangguk dan bangkit untuk memesan makanan,sesekali Winter mengalihkan pandangannya ke Wanita Axel dan menatap diri nya lagi,jujur dia merasa iri wanita Axel memiliki badan tinggi semampai sedangkan dia hanya standar wanita kebanyakan,dengan kulit putih mulus dan wajah yang simetri tentu semua orang ingin memiliki nya,tidak terkecuali Axel pria itu pasti sudah jatuh ke dalam pesona nya.
“ini roti gandum nya” Devan menyerahkan roti gandum beserta selainya ke Winter “aku juga pesankan mie goreng buat kamu”
“kata nya mie goreng disini enak,makanya aku pesan” lanjut Devan,dia duduk di depan Winter dan mulai melahap makaroni chese nya.
**
Setelah 7 jam lebih akhir nya mereka sampai di seoul,ibu kota korea selatan,saat di pesawat tadi mata Winter sangat lah mengantuk tetapi saat sampai mata nya menjadi begitu segar,mungkin karena banyak cogan yang berkeliling di sekitar nya.
“tadi mengantuk sekarang sudah segar” sindir Devan saat melihat Winter yang menjadi semangat
Winter mengangguk “ternyata disini banyak cogan ya”
“masih tampanan aku” balas Devan dan membuat Winter tertawa melihat ekspreksi Devan yang menggemaskan menurut nya.
“sekarang kita pergi ke hotel dulu untuk istirahat,dan besok kita bisa mulai rapat nya” ucap Axel kepada pimpinan yang lain.
“karena kita tinggal disini cukup lama,untuk hotel,transportasi dan biaya makan sudah di tanggung perusahaan” lanjut nya,semua orang yang di ruangan kantor juga mendengarkan nya dengan serius.
“terimakasih atas perhatiannya dan kalian bisa kembali ke hotel sekarang” tutup Axel dan sebagian dari pimpinan keluar,kantor perusahaannya di seoul cukup besar sekarang tetapi Winter bingung kenapa Axel memutuskan untuk membuka lagi.
“Winter,kamar hotel nya 1 untuk 2 orang,bagaimana kalau kita sekamar?” Devan datang menghampiri Winter yang sedang menulis di buku laporannya.
“eh? Berdua?” tanya Winter terkejut
Devan mengangguk “tenang,bed nya ada 2 dan terpisah jadi kita nggak seranjang”
Winter tersenyum canggung dia ingin menolak tawaran Devan tetapi tidak tahu bagaimana cara nya,perusahaan hanya menyediakan 1 kamar untuk 2 orang.
“bagaimana?”
“hmm ba-“
“Winter akan sekamar dengan aku” Axel tiba tiba mendekati mereka dan mengatakan hal itu.
“sekamar dengan b******k yang mencoba melecehkannya?” sindir Devan
“jangan lupa orang yang kamu sebut b******k ini adalah suami nya”
“Apa? Winter sendiri bilang kalau kalian tidak ada hubungan apapun” Devan tidak mau kalah,dia membalas perkataan Axeld engan sengit.
“dia hanya melupakan semua nya” balas Axel dan membuat Winter mengerutkan kening nya melupakan semua nya?
“tapi-“
“berhenti aku akan sekamar dengan wanita yang sering bersama Axel,lagipula kami sama sama wanita”
“wanita yang sering bersama aku?” Axel menaikkan satu alis nya,Winter mengangguk
“Dona? Namanya Dona”
“terserah siapa dia,tapi aku akan sekamar dengannya” balas Winter dan meninggalkan mereka berdua.