Sudah 2 jam Devan hanya membawa Winter berputar putar jalanan,sejak dia meninggalkan Axel tadi,Winter sama sekali tidak mengucapkan kata sepatah pun.Devan ingin bertanya tapi dia sungkan,dia hanya akan menunggu sampai Winter sendri yang mengatakannya.
“maafkan aku”
Devan mengalihkan pandangannya menatap Winter,Winter mengtakannya dengan pelan sambil menundukkan kepala nya
“maafkan aku membuat kamu bertengkar dengan Axel” ulang nya
Devan menggeleng “tidak masalah,pria seperti memang harus di beri pelajaran bahkan lebih”
“sejak kapan?”
Kali ini Winter yang mengarahkan kepala nya menatap Devan
“sejak kapan?” ulang Winter tidak paham
“sejak kapan kalian sudah menikah?”
Winter melebarkan kedua mata nya terkejut lalu menggeleng cepat “sumpah,kami tidak menikah,aku tidak mengingat hal apapun yang berkaitan dengan itu” telak Winter,dia benar benar bingung saat Axel mengatakan kalau dia adalah istri nya.
Devan kembali mengarahkan pandangannya dan menghembuskan nafas lega
“sejenak aku percaya kalau kalian sudah menikah” ucap Devan sambil mengeluarkan tawa renyah nya.
**
Axel kembali ke Apartemennya dengan perasaan kesal,dia sangat marah sekarang bisa bisa nya Devan berlagak seperti pahlawan dan membuat Winter pergi dengannya.
Axel merebahkan badannya di sofa di ruangannya,dia tidak berbohong saat mengatakan bahwa Winter adalah istri nya,sebagian orang mungkin merasa bingung sejak kapan mereka menikah dan jawabannya adalah sebelum kematian ayah Winter,tetapi ada satu hal yang membuat Winter salah paham dengannya dan membuat Axel harus meninggalkan Winter untuk berkuliah di luar negeri.beberapa bulan setelah kepergiannya Ayah Winter di kabarkan meninggal sungguh waktu itu Axel ingin pulang tetapi dia tidak bisa dan beberapa hari kemudian dia mendapat kabar kalau Winter kecelakaan parah.
Setelah mendengar kabar itu Axel langsung berusaha pulang tetapi dia berhasil setelah 1 minggu kemudian,saat dia datang Winter dalam keadaan koma,kata dokter yang menangani nya saat kecelakaan otak bagian hippocampus nya mengalami benturan hebat yang membuat nya koma.
flashback
“apakah ada harapan untuk ingatannya kembali dok?” Axel mengamati Winter yang terbaring lemah di ranjang
“karena keadaan pasien yang belum sadar,kami belum bisa memastikan apakah ingatannya akan kembali atau tidak” Axel menatap sedih wanita yang berbaring di atas ranjang itu
“hanya ada dua pilihan,ingatannya akan kembali tetapi membutuh kan waktu untuk berapa lama nya kami tidak bisa memastikan atau istri anda akan kehilangan ingatannya secara permanen”
Axel menutup mata nya saat mendengar berita itu,dia sungguh tidak ingin Winter kehilangan ingatannya dan melupakan diri nya.
Axel berjalan mendekati Winter dan mengusap rambut nya pelan,Winter terlihat tidak berdaya dia hanya tidur dengan tenang tanpa membuka mata nya sedikit pun.
Sudah 3 bulan Winter tetap tidak sadar dari koma nya,sedangkan Axel harus kembali untuk melanjutkan study nya tetapi dia juga tidak bisa meninggalkan Winter yang sendirian disini,ibu dan ayah Winter telah meninggalkannya,dia hanya tinggal sendirian disini.
“pulang lah nak,cuti kamu hampir habis kan?” Ibu Axel masuk dan duduk di samping putra nya
Axel mengangguk “tapi bu,Winter tidak memiliki siapa siapa disini,siapa yang akan menjaga dia saat dia sadar nanti”
“tapi kamu tidak bisa meninggalkan study mu hanya untuk menunggu Winter”
Axel menggeleng “tidak bu,Winter adalah istri ku,aku harus menjaga nya sampai dia bangun” tekad Axel.
Dia mengalihkan pandangannya ke Winter yang tetap tidak membuka mata nya,kata dokter otak dan anggota tubuh lainnya berjalan normal tetapi Axel tidak mengeti kenapa Winter sampai ini belum membuka mata nya.
Winter memang tidak mencintai nya tetapi Axel sangat mencintai Winter,dia bahkan langsung menerima lamaran dari Ayah Winter untuk menikahi putri nya walau dengan penolakan keras dari Winter,Axel masih ingat saat pertama kali ayah nya mengatakan kalau dia akan menikah dengan Axel,Winter menjadi sangat marah hal itu wajar karena mereka memang tidak pernah akur dari sekolah dasar dan pernikahan mereka terbilang sangat muda,Axel saat itu berusia 18 tahun dan Winter 17 tahun.,Entah dari mana cerita nya Axel langsung menerima tawaran ayah Winter.
**
Sudah 6 bulan Winter belum sadar dan masa cuti nya sudah tidak bisa di tambah lagi.
“bagaimana nanti kalau Winter bangun bu?” tanya Axel,dia bimbang saat ini
“ibu yang akan menjaga dia nak,kamu kembali lah”
Itulah yang di katakan ibu nya sebelum dia meninggalkan Winter,setelah hampir 2 tahun akhirnya dia mendapat kabar kalau Winter telah bangun,Axel saat gembira dia bahkan langsung memesan tiket pesawat untuk kembali tetapi ibu nya malah melarang nya.
“Winter sudah bangun tetapi dia tidak mengingat apapun bahkan ibu saja dia tidak ingat,ingatannya berhenti saat dia awal masuk SMA”
Mendengar hal itu Axel menjadi sangat kecewa,bagaimana bisa Winter melupakan semua banyak memori yang telah dia lalui terutama pernikahan mereka.
“Ibu sudah memberitahu Winter kalau ayah nya sudah tiada tetapi Winter tidak pecaya,dia histeris dan berteriak tidak percaya,sebaiknya kamu jangan pulang dulu biarkan Winter tenang”
Perkataan itulah yang terakhir kali dia dengar dari ibu nya,pada saat itu Axel menurut untuk tidak pulang lebih dulu untuk menunggu waktu yang tepat tetapi dia terlambat saat dia mendapat waktu libur nya,ibu nya mengatakan kalau Winter telah pergi ke kota lain untuk memulai hidup nya.
Flasback off
**
Axel mengurut pelipis nya,saat dia kembali akhir nya dia menemukan Winter kembali,tetapi bisa di tebak Winter tidak mengingat sama sekali dengan status nya,Winter hanya ingat kalau Axel adalah musuh abadi nya sedari kecil dan tidak lebih.
Belum lagi ibu nya yang meminta nya untuk menikah lagi,makanya waktu itu Axel membawa Winter kembali untuk menegaskan kalau dia akan tetap bersama dengan Winter walau apapun yang terjadi.
Axel ingin mengatakan cerita ini ke Winter tapi dia takut kalau Winter belum bisa menerima semua perkataannya dan membuat Winter syok kembali.
Axel berdiri dan menghampiri sebuah lemari yang selalu dia kunci,di sana terletak banyak foto pernikahan mereka walau hanya menikah sederhana tapi Axel senang dan buku nikah mereka pun masih tersimpan dengan rapi disitu.
**
Winter merebahkan badannya,dia merasa lelah setelah 3 jam berkeliling mengitari jalanan dan berakhir dengan makan sate padang kesukaannya.
Tok..tok..
Winter mengangkat badannya dan membuka kan pintu.
“chiken !!” Rafi mengejutkan Winter dengan membawa banyak ayam goreng kepada nya.
“kita makan ini ke atas bagaimana?” tanya nya lagi dan Winter mengangguk
“tunggu aku ambil minuman soda dulu” ucap Winter dan masuk kembali ke kamar nya,Winter dan Rafi berjalan beriringan menuju rofthoop atas,pemandangan matahari terbenam adalah yang terbaik di tambah udara malam yang mulai berhembus membuat Winter sangat senang.
“Rafi,seandainya ada orang yang kamu kenal terus ngaku ngaku akan suatu kejadian yang tidak kamu ingat sama sekali,apa kamu akan percaya?” tanya Winter,dia berbicara sambil memakan ayam nya
Rafi nampak berpikir sebentar dan menatap Winter “tergantung seberapa kenal kita dengan orang nya,jika sangat dekat mungkin memang ada beberapa kejadian yang memang kita terlupa tanpa sengaja” balas nya
“kalau kejadian ini menurut kamu sangat tidak masuk akal kamu masih tetap percaya?”
Rafi mengangguk “aku ada membaca di sebuah buku,di dalam buku nya itu mengatakan seperti ini,otak kita itu memiliki perlindungan yang membuat kita bisa melupakan sesuatu misal nya gini orang yang pacaran terus putus kan itu sakit hati ya tapi kenapa beberapa waktu kemudian orang yang putus cinta tadi bisa kembali menjalin hubungan tanpa memikirkan rasa sakit nya kembali.”
Winter mendengarkan nya dengan serius
“aku tidak terlalu tahu hal apa yang membuat seperti itu,tetapi aku menyimpulkan kalau otak kita bisa membuat kita melupakan suatu hal yang menyakitkan jika kita mau”
“jadi ini teori nya bedasarkan teori kamu sendiri?”
Rafi mengangguk mantap,Winter yang melihat nya pun menjadi kesal dia mengambil serpihan ayam yang berjatuhan tadi dan melemparkan ke wajah Rafi.
“aku kira beneran,nyesel dengarinnya” kesal Winter dan membuat Rafi tertawa puas.
“manusia itu tidak sempurna,tidak semua kejadian bisa kita ingat dengan detail,ada kala nya kita melupakan hal itu”
“sekarang mau beralih profesi jadi penasehat?” ejek Winter dan berhasil membuat Rafi kesal,dia membalas Winter dengan melemparkan serpihan ayam kembali.
Winter tertawa dia merasa puas melihat wajah kesal Rafi,tetapi harus di akui perkataan Rafi benar,mungkin saja dia melupakan hal itu tetapi mungkinkah yang di katakan Axel itu benar? Bagaimana bisa dia melupakan suatu hal yang sangat penting.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam,dia dan Rafi sudah menghabiskan 2 porsi ayam dan 1 botol besar minuman bersoda,Winter yakin perut nya akan meledak jika dia tidak berhenti sekarang.
“Rafi,aku pulang duluan ya”
“sudah mengantuk?”
Winter mengangguk dan bangkit,mata nya memang sangat mengantuk sekarang dan besok dia harus bangun pagi untuk pergi bekerja.
**
Winter setengah berlari menuju kantor,dia telat 1 jam karena bangun kesiangan dan sekarang dia pasti akan di marahi habis habisan oleh Axel.
“sial” umpat Winter dalam hati,saat dia melihat Axel yang berjalan mendekati nya,dia yakin dia akan dimarahi habis habisan di depan semua pegawai.
Tangan Winter menjadi berkeringat dingin saat Axel semakin mendekati nya.
“Maaf pak sa-“
Winter tidak bisa melanjutkan perkataannya saat Axel melewati nya begitu saja bahkan pria itu tidak berbicara sama sekali.hal itu mampu membuat Winter terbengong beberapa detik sebelum dia sadar dan berlari menuju ruangannya.
“eh,baru datang? Kamu pasti bertemu dengan boss kan?” belum 5 menit Winter tiba,diri nya sudah di teror dengan sederet pertanyaan.
“nggak,aku tadi lewat belakang jadi nggak ketemu boss” bohong Winter
Sabila mengangguk “beruntung kamu nggak lewat depan dan papasan,jika kamu papasan nggak bisa aku bayangkan betapa ngerinya”
“emang kenapa?”
“dari pagi boss sama sekali nggak senyum,bahkan nih saat aku mengantar laporan bulanan dia hanya menjawab ya atau tidak saat aku menanyakan bagian apa yang harus di revisi”
“kalau gitu bagus dong”
“bagus apa nya,bingung tau boss Cuma bilang tidak dan tidak memberitahu apa yang harus di perbaiki” ucap Sabila frustasi dan membuat Winter tertawa terbahak.
“ya rubah aja semua nya kan mudah” balas Winter dan mendapat cibiran dari Sabila
“kamu pikir mudah menyusun ulang data” kesal nya
**
Winter memakan makan siang nya di kantin dengan tenang,sebenarnya dia ada janji dengan Devan tetapi pria itu mengatakan kalau dia sibuk hari ini sehingga tidak bisa datang,dan jadi lah dia disini sendiri menikmati makanannya.Mata Winter memicing saat melihat Axel memasuki kantin dengan seorang wanita yang tidak di kenal nya,berulang kali dia mencoba mengalihkan pandangannya untuk tidak menatap Axel tetapi tidak berhasil,Winter sangat penasaran dengan wanita yang bersama Axel tersebut.mereka terlihat tertawa dan bebincang ringan tapi Winter tidak bisa melihat nya hanya melihat dari ekspreksi Axel dan wanita itu.
Tring..tring..
Winter menerima telpon dari Devan,dengan cepat dia mengangkat nya
“halo?”
“..”
“eh iya,aku sudah lebih dulu ke kantin,tetapi jika kamu mau minta temani aku temani”
“..”
“oke”
Winter kembali meletakkan telpon nya,Devan baru saja selesai dari urusannya dan menuju ke sini,setidak nya dia tidak kesepian lagi.
“maaf terlambat,kamu sudah selesai?” Devan datang dengan nafas ngos ngosan dan bisa di pastikan jika pria itu setengah berlari menuju sini.
“nggak aku baru setengah makannya” balas Winter,Devan mengangguk lalu memesan makanannya sembari menunggu mereka berbincang bincang ringan,berulang kali mata Winter memperhatikan Axel apakah pria itu terlihat marah atau tidak tetapi seperti nya Axel tidak peduli,dia bahkan tidak menengok sama sekali.
“Winter”
“eh?”
“aku tadi bilang pimpinan akan pergi ke hawai untuk menimbang membuka cabang di sana”
Winter mengangguk “oh iya,semoga selamat ya”
“kamu juga ikut”
“hah?” Winter terkejut saat Devan mengatakan kalau diri nya akan ikut juga,kenapa dia tidak tau hal ini?
“tapi kata kamu kan Cuma pimpinan?”
“iya,tapi kamu kan kepala produksi nya,jika kamu nggak ikut bagaimana bisa menimbangkan SDA disana”
“tapi kenapa tidak bilang dari awal?”
“karena kami baru selesai rapat nya tadi dan memutuskan untuk mengikutsertakan kamu” Devan mengambil makanannya dan mulai menyuap kemulut nya,melupakan wajah terkejut Winter.
“tapi kenapa aku nggak di undang di rapat itu?”
“karena itu hanya untuk pimpinan,besok kita ada rapat lagi” Winter menghembuskan nafas nya kesal,dia malas untuk ikut ke luar negeri dia lebih nyaman untuk bekerja di sini.
“berapa hari kita disana?”
Devan terhenti menyuapkan makanannya dan mulai berpikir “jika untuk kamu tidak lama mungkin sekitar 4-5 hari” ucap nya dan mulai memakan makanannya lagi “tapi kalau mungkin lebih lama”
**
Dan disini lah Winter sekarnag,sambil mencoret coret buku catatannya,dia sangat bosan dan dia tidak paham dengan apa yang dibicarakan sekarang bahkan dia bingung kenapa dia harus terpilih untuk ikut,padahal ini bukan ruang lingkup nya.
“sekian dari rapat hari ini,terimakasih” tutup Axel dan keluar dari ruangan,beberapa pimpinan yang lain juga mengikuti keluar dari ruangan itu tapi tidak dengan Winter dia malah menungkupkan kepala nya ke meja,dia pasti akan sangat canggung jika hanya dengan pimpinan atas tidak dengan teman kerja nya.
“ini kunci Apartemen kamu”
Winter mengangkat kepala saat mendengar orang yang berbicara.
“Apartemen?” tanya Winter bingung saat Axel memberikan kunci Apartemen ke diri nya.
“seperti janji aku yang dulu,untuk membelikan kamu Apartemen”
“kamu serius? Aku Cuma bercanda waktu itu” Winter tidak menyangka Axel akan benar benar membelikannya Apartemennya.
Axel mengangguk “walau aku b******k tetapi aku selalu menepati janji” balas nya,Axel lalu memberikan sebuah kertas yang berisi alamat beserta nomor Apartemennya,lalu keluar begitu saja.