Pagi pagi sekali Winter membangunkan Axel dan disinilah mereka sekarang di mobil dan menuju tempat orang tua Axel,bahkan untuk sarapan di hotel itu saja mereka tidak sempat.Winter langsung memaksa Axel pergi keluar saat dia membuka mata nya,walau begitu saat mereka ingin chek out dan di tangga Winter bisa melihat orang orang lalu lalang,tidak mungkin kan di pagi hari orang orang keluar dengan ramai nya.
“kamu lapar? Kalau lapar kita bisa makan dulu” tegur Axel karena sedari keluar dari hotel Winter hanya diam.
Winter menggeleng pelan “aku belum lapar” balas nya pelan
Axel menolehkan pandangannya ke samping dan melihat Winter yang kembali melamun.
“sudah jangan di pikirkan lagi,itu sudah biasa terjadi”
Winter menolehkan pandangannya menatap Axel dengan bingung,apakah yang dimaksud Axel tentang kejadian di hotel?
“maksud kamu?” tanya Winter
“kamu memikirkan kejadian tadi malam di hotel kan?” Axel menolehkan pandangannya ke Winter dan menatap nya serius,sesekali dia melihat ke jalan.
Winter mengangguk “bagaimana kamu bisa tahu?”
“hotel itu sudah terkenal seram,tapi karena malam tadi kita sangat kelelahan jadi aku memutuskan untuk bermalam disana”
Winter menatap Axel semakin bingung dengan perkataan Axel.
“dari kita makan malam waktu aku bertanya,aku sudah tahu kalau kamu melihat sesuatu” ucap Axel mata dia fokus ke depan “tapi aku hanya diam untuk membuat kamu tidak semakin takut” lanjut nya.
Butuh beberapa saat hingga membuat Winter paham dengan perkataan Axel,Winter membelalakkan mata nya saat paham.
“jadi malam tadi sebenarnya kamu tahu?”
Axel mengangguk dan membuat Winter kesal dia langsung memukul lengan Axel,sial Winter malam tadi ketakutan tapi Axel masih bisa santai.
“tapi sungguh,jika malam tadi tidak kamu bilang kalau kamu nggak melihat apa apa,mungkin aku akan percaya kalau itu manusia,rupa mereka hampir sama walau ada beberapa yang berbeda tapi secara keseluruhan mereka seperti kita” cerita Winter.
“kamu tahu kalau hotel itu angker dari mana?” tanya Winter
“itu sudah jadi rahasia umum di daerah ini,”makhluk” disana memang tidak menganggu kita pengunjung,tapi kalau orang yang mempunyai “kemampuan” seperti kamu itu pasti akan bingung” ucap Axel dan Winter mengangguk paham.
“semua lantai di 1 itu sebenarnya kosong,tetapi mereka sengaja bilang itu penuh untuk”makhluk “ seperti itu.lanjut Axel dan semakin membuat Winter terngaga,pantas dia lewat lantai 1 yang kata nya penuh tetapi itu terlihat kosong.
“itu belum seberapa,jalan di depan kita ini akan lebih seram” Winter mengerutkan kening nya
“lebih seram? Kita mau menginap di hotel lagi?” tanya Winter dengan polos nya dan membuat Axel tertawa.
“kamu lihat saja nanti” balas Axel misterius.
**
“ini buat kamu” Axel menyerahkan minuman soda ke Winter,setelah makan mereka singgah di minimarket untuk membeli beberapa makanan,padahal Winter sudah menolak tapi Axel tetapi bersikeras ingin beli.
“terimakasih”balas Winter,dia membuka kaleng soda nya dan meminum nya,Winter mengarahkan pandangannya ke kanan dan kekiri,daerah sini cukup astri banyak pohon,cocok untuk tempat pelarian dari kota yang sibuk,ditambah di sepanjang pinggir jalan dia bisa melihat pantai.
“pantai disini buatan atau alamI?” tanya Winter penasaran
“alami,pantai disini langsung menghadap ke laut makanya air nya biru dan jernih” balas Axel,dia memakan mie cup nya dengan lahap.
“kamu mau?” tawar Axel,Winter menggeleng
“biar aku ambil sendiri saja di dalam” Winter bangkit dan masuk ke dalam minimarket,walaupun di daerah seperti ini tapi minimarket disini cukup besar dan menjual lengkap bahan makanan.
Winter mengambil mie favorit nya,walau dia masih kenyang tapi dia tidak bisa mehindari dari yang nama nya mie instan.
“ini saja ka?” tanya kasir minimarket itu,Winter mengangguk dan menyerahkan uang nya lalu membawa ke tempat Axel kembali.
“berapa jam lagi kita sampai?” tanya Winter
Axel melihat jam tangannya dan mehitung “sekitar 8 jam lagi”
Winter melebarkan kedua mata nya “what,selama itu?” dan Axel mengangguk
Winter menyandarkan kembali badannya ke kursi saat mendengar mendengar perkataan Axel,dia kira sebentar lagi mereka akan sampai ternyata tidak.
“tidur lah nanti kamu bosan”
***
Winter membuka mata nya saat dia merasa di sekitar nya menjadi gelap,perlahan dia membuka mata nya dan terkejut saat melihat di sekitar nya menjadi sangat gelap bahkan mobil mereka berjalan hanya mengandalkan lampu dari mobil.
“sekarang jam berapa Xel?”
“jam 4 sore”
Winter dengan cepat mengambil handphone nya dan benar saja sekarang masih jam 4 sore,tetapi suasana nya sudah gelap seperti malam.
“kenapa jadi gelap?” tanya Winter lagi
“itu karena cahaya matahari tidak bisa masuk terhalang oleh pohon pohon yang besar” balas Axel,Axel lalu membuka bagian atas mobil nya untuk membuktikan perkataannya.
Winter menatap ke atas dan benar saja banyak pohon pohon besar yang mereka lalui dan hal itu lah yang membuat cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalam.
“disini nggak ada sinyal?” tanya Winter panik,dia baru saja sadar saat dia melihat handphone nya
Axel menggeleng dan membuat Winter menghembuskan nafas nya.
“bisa bisa nya tempat seperti ini nggak ada sinyal”keluh Winter,dia berulang kali mengangkat handphone nya ke atas dan bawah tetapi nihil.
Winter hendak memejamkan mata nya lagi tetapi terhalang saat dia melihat beberapa orang yang duduk pinggir sungai sambil memancing,dia terdiam apa mungkin orang di tempat gelap seperti ini memancing? ,Winter menolehkan pandangannya ke Axel untuk menanyakan kebenarannya tetapi tidak jadi saat melihat Axel yang terlihat serius.
Winter kembali menyandarkan badannya dan mengambil beberapa snack nya,lebih baik dia melihat lurus ke jalan dari pada kesamping dia melihat hal hal yang tidak diinginkannya.
**
“Winter,semakin cantik saja dari mama lihat terakhir kali”
Axel dan Winter baru saja datang,mereka sudah di sambut oleh ibu Axel di depan pintu.
Winter tersenyum canggung saat mendengar perkataan ibu Axel,terakhir kali? Seingat Winter mereka bertemu waktu Winter kecil dan itu sudah lama sekali dan mama? Apa ibu Axel tidak salah.
“mama?” ulang Winter
“eh? Maksud nya tante,tante hanya senang melihat kalian datang” ucap Ibu Axel cepat.Winter mengangguk dan mengikuti ibu Axel yang meminta mereka masuk.
“Winter lelah kan? Masuk ke kamar Axel ya bawa koper nya sekalian” ucap Ibu Axel
Winter mengerutkan kening nya “kamar Axel?” ulang nya dan mendapat anggukan
“maaf tante,kalau Winter tidur di kamar Axel,Axel nanti tidur dimana?”
“dikamar itu juga” balas Ibu Axel santai.
“tapi t-‘
“nggak papa,kamar Axel luas kok cukup untuk kalian berdua” potong Ibu Axel.Winter yang mendengarnya hanya mengangguk pasrah,sebenarnya dia ingin protes tetapi dia tidak enak dengan orang tua Axel.
Winter memasuki kamar Axel dan benar saja,kamar nya sangat luas dan rapi seperti tidak pernah di diami sebelum nya,dia meletakkan koper nya di samping dan melihat lihat isi kamar Axel,ada begitu banyak foto Axel dari kecil sampai hari kelulusan Axel,tetapi ada satu yang menarik perhatiannya yaitu foto mereka berdua memakai seragam SMA,dengan wajah Winter yang cemberut karena rambut nya yang berantakan sedangkan Axel dengan senyum bodoh nya.
Winter merasa heran,kenapa dia tidak bisa mengingat memori itu? Semua nya nampak samar di ingatannya,mungkin karena Winter sudah tua dan melupakan memori nya,dia hanya bisa mengingat saat dia waktu kecil memang selalu di jaga oleh Axel.
“mau mandi?” Axel tiba tiba masuk ke dalam kamar nya dan mengejutkan Winter.
“foto ini sejak kapan?” tanya Winter sambil mengangkat foto mereka.
Axel berjalan mendekati Winter dan melihat foto yang dimaksud.
“oh ini,waktu kita SMA” ucap Axel setelah melihat foto nya.
“oh ya? Kenapa aku tidak bisa mengingat nya?”
“karena otak kamu bodoh” ejek Axel dan membuat Winter marah,dia ingin memukuli badan Axel tetapi ditahan oleh Axel dengan cepat.
“besok sore,kita jalan jalan mau?” Axel menahan tangan Winter yang ingin memukul nya dan menatap tepat di kedua mata Winter.
“kemana?” tanya Winter gugup,ditatap sedekat itu entah mengapa membuat nya gugup.
“taman” balas Axel dan mendapat anggukan serta senyuman dari Winter,Axel menatap Winter dengan dalam seandainya saja Winter sedang tidur dia pasti akan mencium Winter.
**
Winter menuruni tangga dengan cepat saat mendengar suara keras dari bawah,terlihat Axel dan kedua orang tua nya sedang beradu mulut terutama dengan ibu nya.
“mama nggak mau tahu,mama sudah beri batas waktu untuk kamu tapi hasil nya apa? Kamu nggak berhasil” ucap Ibu Axel,dari nada nya Winter bisa menebak kalau beliau sedang menahan amarah.
“maaf ma,tapi aku nggak bisa” balas Axel
Ibu Axel menarik nafas nya dalam,berusaha mengontrol amarah nya.
“tapi kenapa?” tanya Ibu nya pelan.
“karena aku sudah mencintai orang lain” jawab Axel,ibu memberikan tetapan seperti bertanya ,peka akan hal itu Axel mengarahkan pandangannya ke samping dan melihat Winter yang berdiri mematung menatap perkelahian mereka.
“dia” tunjuk Axel ke Winter,Winter yang melihat diri nya ditunjuk Axel menjadi bingung berulang kali dia melihat ke kiri dan kanannya memastikan kalau orang itu bukan dia,tetapi hanya ada dia yang berdiri.
“Winter?” tanya ibu nya dan Axel mengangguk,Axel bangkit dan berjalan mendekati Winter.
Winter menatap Axel yang berjalan mendekati nya dengan bingung
“lakukan lah sedikit sandiwara” ucap Axel berbisik,lalu menarik badan Winter untuk mengikuti dia.
“jadi kamu serius dengan Winter?” ulang ibu nya,Axel mengangguk sedangkan Winter hanya diam,dia tidak mengerti dengan situasi yang terjadi sekarang.
Ibu nya menarik nafas kembali “kalau begitu nikahi dia secepat nya,mama tidak ingin ada gosip buruk untuk kalian”
“sudah ma”
Winter langsung mengarahkan pandangannya ke Axel,dia menatap Axel dengan bingung.
“sudah Axel pikirkan untuk menikahi Winter secepat nya” ulang Axel dan membuat Winter tidak terima begitu saja,dia ingin bangkit tapi badannya ditahan keras oleh Axel.
***
“ini ice cream buat kamu” Axel memberi ice cream nya kepada Winter tetapi Winter hanya diam.
“Winter” ulang Axel,tetapi Winter masih diam,dari Axel yang mengatakan ingin menikahi Winter sampai sekarang saat mereka di taman Winter masih diam.
“Axel !!” jerit Winter,saat Axel tiba tiba mengangkat tubuh nya dan meletakkan dia di pembatas dinding.
“turunkan aku” teriak Winter,bagaimana bisa Axel mengangkat nya.
Axel mendekatkan badannya dan mengurung Winter di antara tangannya,Winter ingin berdiri tetapi badannya tidak bisa,Axel mengurung nya.
“kamu marah?” tanya Axel sambil menatap mata Winter
Winter mengangguk “kamu bilang hanya untuk menemani,tapi kenapa kamu bilang kepada ibu mu ingin menikahi ku?” protes Winter.
“aku serius saat aku mengatakan itu”
“hah?” tanya Winter bingung
“aku serius saat mengatakan ingin menikahi mu” ucap Axel.
“kamu bercanda?” Winter tertawa canggung mendengarnya,sebenarnya dia hanya menutupi kegugupan di dirinya.
“aku tidak ingin menikah dengan perempuan pilihan ibu ku, dan ya beliau memberi ku kesempatan menolak jika aku membawa perempuan yang ingin ku nikahi”
Winter melebarkan mata nya,jadi Winter hanya sebagai tameng untuk Axel?
“jadi kamu buat aku jadi umpan?”
Axel menggeleng “umpan terlalu kasar kata nya,aku hanya memanfaatkan yang ada,lebih baik aku menikahi kamu yang aku sudah tahu sifat asli nya daripada aku memilih wanita random yang tidak tahu bagaimana sifat nya” balas Axel realistis.
Winter terdiam,apa yang dikatakan Axel benar pria itu sangat mengenal sifat asli nya bahkan penyakit Winter pun dia sudah paham apa yang harus dilakukan.
“dari dulu aku selalu mengatakan kamu seperti cahaya yang menerangi aku,dan sekarang aku ingin mengambil kembali cahaya yang telah meninggalkan ku bertahun tahun”
“maksud kamu?” tanya Winter,dia tidak mengerti dengan perkataan Axel,pria itu nampak seperti bermain kata dengannya.
Axel hanya tersenyum lalu mendekatkan kepala nya ke Winter,Winter memundurkan kepala nya tetapi percuma dia sudah terjebak dan tidak bisa bergerak mundur lagi.
Axel menyatukan bibir nya dengan bibir Winter dengan sangat lembut,Winter terkejut dia ingin menolak tapi lagi lagi badannya tidak bisa bergerak sama sekali,sialan Axel menguirung dirinya seperti ini.
Semakin lama ciuman Axel semakin menuntut,dia memaksa Winter untuk membuka mulut nya dan mengikuti permainannya.