Setelah selesai berziarah ke makam ibuku, aku dan Elio keluar dari pemakaman dan mampir sebentar di warung tenda yang ada di seberang pemakaman ini. Itu adalah warung pecel khas surabaya. Sesampainya di warung, Elio langsung memesankan pecel dan es teh manis, tidak lupa juga dengan rempeyeknya. "Bukankah tadi pagi kamu bilang terlambat karena ibumu datang ke rumahmu?" tanya Elio dengan mata memicing ke arahku. Aku menggaruk kepala ku yag tidak terasa gatal. Aku sudah berbohong padanya tadi pagi. "Sebenarnya tadi pagi saya kesiangan bangun pak." kataku akhirnya mengatakan yang sebenarnya. Sebelum sempat memarahiku pelayan datang dengan membawa pesanan kami. Berterimakasihlah aku kepadanya membuat Elio tidak jadi memarahiku. "Padahal harusnya kau tinggal jujur saja Lunar." Katanya lagi s

