Hari itu, setelah mengantarkan Fiya pulang kerumahnya aku memikirkan kembali apa yang sudah Fiya ceritakan tadi. Jika aku ada di posisi Bagas, apakah aku juga akan melakukan hal yang sama? Jalanan sudah mulai sepi, waktu pun sudah menunjukkan pukul 8 malam, belum terlalu malam, tapi kendaraan dijalanan sudah jarang terlihat. Ketika tiba di rumah aku langsung memarkirkan mobilku di dalam rumah. Di depan pintu aku melihat satu box paket yang cukup besar tepat di depan pintu. Siapa yang membukakan pagarnya? Aku melihat ke arah sekeliling rumahku. Tidak ada siapapun, hanya terlihat beberapa orang yang sedang duduk di depan teras rumahnya masing-masing. Aku melihat kembali box itu, kali ini di depan box tertulis nama Bagas. Ah sepertinya dari Bagas. Tapi untuk apa dia mengirimkan aku paket

