“Hallo, Ma! Assalamu’alaikum!” Andra mengangkat panggilan masuk dari Marni. “Wa’alaikumsalam! Andra, besok tolong datang ke rumah! Ada hal yang mau mama bicarakan!” “Hal apa, Ma?” “Datang saja lah dulu! Mama tunggu!” Panggilan diputusnya begitu saja. “Mama, Mas?” Tari menoleh. “Iya!” “Ada apa?” “Besok kita di suruh ke rumah, oke kan, Sayang?” Tari mengangguk. Andra mengusap lembut pucuk kepala Tari. Satu kecupan mendarat pada dahi sang istri. “Belum keramas, ya?” goda Andra sambil mengkerutkan hidungnya. “Eh, apaan, sih? Wangi kali!” Tari mendelik tidak terima. Satu cubitan mendarat pada pinggang suaminya. “Seminggu gak godain orang, kangen!” bisik Andra lagi sambil menatap sang istri. “Sekarang jadi mau godain terus? Hmmm ... daripada godain mending belanjain,

