Jinan seperti kehilangan keseimbangan tubuhnya saat mendengar ucapan dari Randu. Kakinya terasa lemas, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia seakan tak percaya jika Randu juga memiliki perasaan yang sama kepadanya. Bagaimana bisa? Entahlah, yang pasti saat ini ... Jinan sangat senang mendengarnya. Itu artinya, perasaannya terbalaskan, bukan? Semua pemikiran buruk yang sudah ia pikirkan semalam, tak terbukti. Ia bahkan sudah memikirkan bahwa hari ini Randu akan menjauhinya karena ucapannya semalam. Namun, semuanya tak terealisasikan. Berbanding terbalik dengan apa yang ia pikirkan, ternyata Randu juga menyukainya. Ingin rasanya ia berteriak kepada alam semesta agar semua orang tahu bahwa pria yang ia sukai, membalas perasaannya juga. "Jinan ... kamu nggak apa-apa?" Tangan R

