Pria tampan tengah menatap seorang gadis yang tengah memasang wajah penuh kekecewaan. Ia berusaha mensejajarkan wajahnya tetapi sang gadis malah terus berpaling. Tangan sang pria mencangkup wajah dengan bentuk oval itu agar tetap sejajar dengan wajahnya. “Kini kamu juga tahu kan apa yang sedang menimpaku sekarang?” tanyanya. “Iya.” jawab Chyntia dengan singkat. “Bukannya kamu bilang tadi, kamu ingin tahu dengan orang seperti apa kamu tinggal?” “Iya!” Chyntia menjawabnya dengan nada malas. “Aku tidak suka kau seperti menyudutkanku? Memangnya aku penjahat?” “Tidak, Chyn. Maaf … aku hanya khawatir kau adalah salah satu orang yang ingin mencelakaiku! Maaf, yah!” Joehan mencium kening Chyntia. "Apaan si Joe, cium-cium aku? Sana mundur!" Mendorong tubuh Joehan. "Apa kamu lupa? Aku kan su

