"Apa maksudmu, Sinta?" bentak Hendra yang kini tak bisa menahan emosinya. "Anakmu, Mas! Anakmu dengan Risya. Kau tidak perlu berpura-pura lagi. Kau pikir aku tak tahu jika Risya hamil? Aku selama ini masih bisa bertahan demi Vano, meski sebenarnya aku sudah tidak kuat dan kau juga tak ingin mengakhiri semuanya. Tapi kali ini tidak lagi, Mas." Hendra tak mengerti apa yang dikatakan oleh istrinya. Memang hubungannya dengan Risya yang terjalin diam-diam selama bertahun-tahun dianggapnya tidak akan diketahui Sinta. Tapi kini Sinta sudah mengetahui semuanya. Hendra yang serakah tidak ingin melepaskan Sinta. Namun, ia juga tak mau kehilangan Risya yang lebih perhatian dari istrinya sendiri. "Sudahlah, Sinta! Kita ...." Ucapan Hendra terpotong ketika Sinta menunjukkan pesan gambar dari Risya

