"Apa yang terjadi, Winda? Katakanlah! Apa kau ingin menangis?" tanya Vano yang kini duduk mendekati Winda yang masih berkaca-kaca. Winda menggelengkan kepalanya. Ekspresi wajahnya menunjukkan rasa sedih karena rasa cemburu setelah kedatangan Bunga di rumah itu. Namun, Vano tidak memahami apa yang dirasakan oleh Winda saat ini. Akan tetapi Vano tahu ada sesuatu yang terjadi pada Winda yang membuatnya sedih. Tapi apa itu? Vanu berpikir keras untuk mencoba mengetahui apa yang sedang dirasakan Winda. Namun, sekeras apa pun ia mencari tahu tetap saja tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya Winda rasakan. “Win berlatihlah untuk berbicara seperti dulu! Jika kau takut, kau bisa berlatih bicara hanya kepadaku saja,” kata Vano yang mencoba membujuk Winda agar Ia mau berbicara lagi seperti dulu.

