34. Cegilnya Oliver

1161 Words

Sementara itu, Berliana masih duduk di kantin, memainkan tutup botol air mineralnya. Pikirannya kacau. Sangat kacau. Oliver terlihat begitu tulus dan hangat. Pria itu juga jauh dari sosok playboy tengil yang ingin dia bayangkan demi menjaga jarak. Dan itu membuat rasa bersalah Berliana semakin menggeroti jiwanya. 'Ternyata aku sebodoh ini sampai tidak bisa lepas dari jerat yang diciptakan Jonathan,' keluh Berliana di dalam hati. Berliana lantas menutup wajahnya dengan kedua tangan, napasnya terasa berat. "Berliana?" suara seorang wanita membuatnya menoleh cepat. Salah satu staff divisi HR yang bernama Dina, tersenyum samar lalu duduk di hadapannya. "Apa aku boleh duduk di sini?" "Oh … silakan." Dina menatap Berliana dengan tatapan penasaran namun tidak menghakimi. "Aku cuma ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD