33. Cinta yang Menjadi Kenyataan

1171 Words

"Jadi bagaimana, Liana? Apa kamu mau makan siang denganku?" tanya Oliver yang tak menyerah. "A-aku ...." Namun sebelum Berliana menyelesaikan ucapannya, perutnya berbunyi nyaring, membuat dia merutuki tubuhnya yang tidak sejalan dengan pikirannya. "Ayo kita makan siang, Liana. Perutmu sudah meminta jatah," ucap Oliver yang segera menggengam tangan Berliana. Tadinya Berliana ingin menepis tangan Oliver, namun genggaman tangan pria itu begitu kuat, membuat gadis itu akhirnya menyerah dan membiarkan sang kekasih membawanya. "Ver. Kamu mau membuat pengumuman kalau kita berpacaran, ya?" ujar Berliana yang mulai merasakan tatapan orang-orang tertuju pada keduanya. "Ya ... bisa dibilang begitu. Aku ingin memberi batas yang tegas kepada para wanita itu, kalau aku sekarang tidak bisa menjadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD