Sebelum Berliana sempat mengambil keputusan, supervisor-nya mendekati mejanya. "Liana," katanya lembut tapi profesional, "cara kamu membuat laporan kerja proyek Havana sangat bagus. Banyak yang menunggu update lanjutan, jadi nanti jam 10 kamu yang presentasi, ya." Berliana terkejut. "Jam 10? Hari ini?" Supervisor mengangguk sambil tersenyum. "Saya tahu kamu capek habis perjalanan jauh, tapi kamu satu-satunya yang pegang semua detailnya. Santai aja, ini hanya rapat internal kok." Berliana hanya bisa mengangguk pelan, dan begitu supervisor pergi, dia menundukkan kepala. Tangannya memijit pelipis, seolah dunia sedang menaruh beban di pundaknya. Tak terasa sudah hampir jam 10 pagi. Ruangan meeting mulai terisi. Rekan-rekannya duduk siap dengan laptop dan kopi masing-masing. Berliana ber

