15. Sarapan Bersama

1072 Words

Berliana merasakan bulu kuduknya berdiri. Tatapan Jonathan terlalu menusuk, seolah ingin menelisik isi hatinya. "Tapi kami sudah selesai sarapan. Jadi kalian saja yang saja yang duduk, kami permisi dulu," ucap Berliana yang jelas tak ingin berlama-lama dengan keduanya. Clara terkekeh. Tawa kecil yang ingin terdengar elegan, tapi justru menjengkelkan di telinga Berliana. "Oh, Liana. Jangan kaku begitu. Memangnya kamu nggak mau sarapan sama kakakmu?" tanya Clara dengan nada manis yang dibuat-buat. "Tapi aku udah kenyang dan kami harus pergi untuk membicarakan pekerjaan," ucap Berliana yang bersikeras ingin pergi secepatnya dari tempat ini. Jonathan akhirnya membuka suara. Dia menyandarkan tubuh di sandaran kursi, nada suaranya rendah dan dingin. "Liana ... ayo kita sarapan bersama."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD