14. Perhatian yang Menyakitkan

1118 Words

Berliana yang ditatap intens oleh Oliver merasa canggung, dia mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Takut perasaannya kepada pria itu akan goyah seiring pertemuan mereka yang intens. "Liana. Wajahmu masih terlihat pucat, apa kamu masih sakit?" Berliana terkesiap untuk sesaat saat Oliver merangkul bahunya, namun dengan cepat dia menetralkan ekspresinya. "Aku lapar, Ver. Breakfast meeting dengan klien masih lama? Kalau masih lama, aku mau makan roti dulu," ucap Berliana yang berusaha menghilangkan kegugupannya. Oliver tersenyum getir, dia dapat merasakan kecanggungan Berliana yang pekat. "Sepertinya masih sekitar 15 menit lagi, kalau begitu ayo kita ambil roti buat mengganjal perut," ucap Oliver. Suasana restoran hotel masih sepi saat keduanya melangkah masuk. Oliver meminta Berliana d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD