Namun Clara memutuskan untuk tidak menyerah, dia menatap tajam Jonathan lalu kembali menubruk pria itu. "Apa-apaan kamu, Clara. Lepaskan aku!" ucap Jonathan dengan setengah berteriak. Clara seakan menulikan telinganya, dan tetap menempel erat pada Jonathan seperti anak koala menempel pada induknya. Tubuhnya menempel erat dan napasnya memburu. Seolah jika dia melepaskan pria itu sedetik saja, dia akan kalah. hilang dan terlupakan. "Aku nggak mau kamu mikirin wanita lain, Joe! Kamu harus lihat aku, bukan dia!" Clara berseru penuh tekanan, jari-jarinya mencengkeram kerah kemeja Jonathan seolah ingin memaksa pria itu tunduk di bawah kuasanya. Jonathan memejamkan mata, menahan diri sekuat yang dia bisa. Amarah, keinginan dan rasa bersalah semuanya bertumpuk jadi satu. Bergaung keras di k

