18. Menang Selangkah

1101 Words

Layar ponselnya kembali bergetar. Tulisan itu tidak berubah. 'Kakak Sialan' Kontak yang sengaja Berliana simpan dengan nama seperti itu. Di saat hatinya dipenuh amarah pada seseorang yang seharusnya menjadi pelindung, tapi pada kenyatannya justru menjadi penyebab banyak luka di dalam hidupnya. Berliana menelan saliva. Jemarinya gemetar karena amarah, ketika dia ingin meraih ponsel itu. Oliver yang memperhatikan reaksi gadis itu langsung kembali duduk. "Liana? Kamu yakin nggak apa-apa?" tanya Oliver lembut. Dan untuk sesaat Berliana merasa suara Oliver seperti penguat agar hatinya tidak jatuh berantakan. Berliana menghela napas. "Ini … kakakku." Oliver tak bertanya lebih jauh, tetapi mata pria itu memancarkan satu hal, kewaspadaan. Jika Berliana sampai menunjukkan ekspresi marah sepe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD