26. Pulang Ke Jakarta

1088 Words

"Jujur sajalah kalau kamu masih menikmati sentuhan dariku," lanjut Jonathan dengan nada mengejek. Berliana mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Kukunya sampai menancap di telapak tangan dan mengeluarkan darah, tapi justru dari rasa sakit itu, membuat pikirannya lebih jernih. Perlahan Berliana menarik napas panjang untuk menenangkan diri. "Kamu salah besar, Joe. Aku sudah berpacaran dengan Oliver, tentu saja sentuhannya lebih dahsyat daripada yang kamu lakukan." Jonathan berhenti tersenyum. Matanya menyipit, seolah tidak terima. Amarahnya pun mulai terpancing. "Jadi dia sudah tahu seberapa binalnya kamu di ranjang dan tidak mempermasalahkannya," ucap Jonathan dengan nada menusuk. Berliana menatap mata Jonathan dengan berani, meskipun di dalam hati merasa gentar. Dia takut pria ini aka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD