37. Curahan Hati Berliana

1113 Words

Berliana tidak sanggup mengangkat wajahnya. Perutnya mual, bukan karena mie yang terlalu pedas ... tapi karena satu kalimat Fiona barusan terasa seperti membuka kotak Pandora yang selama ini berusaha dia tutup rapat. Fiona memperhatikan semua perubahan kecil di wajah Berliana. Sorot matanya melembut, nada suaranya turun setingkat. "Liana …" dia berhenti sejenak, memberi ruang, tapi juga tidak membiarkan Berliana berkelit. "Aku nggak akan maksa kamu untuk cerita, tapi kamu harus tahu … apa pun yang terjadi, kamu nggak sendirian." Berliana menelan saliva perlahan. Tenggorokannya seperti disayat. Orang lain saja dapat memperhatikan dirinya, tapi mengapa keluarganya tidak? Juniawan selalu sibuk mengelola perusahaan semenjak kematian Helena, sementara Jeremy ... saudara kandung satu-satunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD