38. Yakin Seratus Persen

1101 Words

"I-iya," sahut Guzel sambil perlahan memencet tombol merah tanpa berpamitan. Ia benar-benar takut Derya jadi-jadian akan mendengar pembicaraannya dan semua rencana yang telah ia buat gagal. Lalu, bagaimana bisa ia menendang pria itu keluar dari rumahnya jika hal itu sampai terjadi? "Apa kau sudah selesai? Kalau sudah, ayo kita pulang," tanya Derya dengan raut biasa. Melihat ekspresi datar pria yang sangat mirip dengan mendiang suami pertamanya, membuat Guzel menghembuskan napas lega. Memasukkan ponselnya ke dalam sling bag sebelum dicurigai. "Iya, sudah." Guzel bergegas melangkah mendekat, "Ayo kita pulang!" imbuhnya melangkah lebih dulu. Akhirnya, Derya berjalan mengikuti Guzel dari belakang. Perlahan, ia mensejajarkan langkahnya dan meraih tangan Guzel hingga menggenggam. Awalnya G

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD