Serkan menurunkan senderan kursi Guzel secara perlahan. Ia masih tidak mempedulikan ucapan istrinya yang seolah keberatan bermain-main di dalam mobil, terlebih di jalan raya. "Mas Serkan mau apa?" tanya Guzel sambil menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya. "Mau jenguk Jerome atau Callum," sahut Serkan santai. "Nanti saja, Mas. Saat ini kehamilanku masih di trimester pertama. Kalau sering-sering, aku takut kenapa-napa," ujar Guzel menjelaskan. Selain takut orang lain akan memergoki mobil bergoyang, Guzel juga takut janin di perutnya merasa terganggu. Apalagi, kehamilan di trimester pertama masih sangat lemah. "Benarkah? Lalu, selama ini apa?" tanya Serkan menatap Guzel lekat seolah tidak setuju dengan ucapan sang istri. "Se-selama i-ini aku hilaf, Mas. Besok-besok tidak lagi, d

