Malam hari aku telah berada di kamar sejak tadi air mata tak berhenti menetes. Seharian ini ibu mempermasalahkan tentang ASI, ASI dan ASI. Seolah aku tak berusaha memberikan yang terbaik untuk Nara. Aku sudah berusaha, aku juga makan jagung pemberian ibu meski rasanya keras sekali dan hampir buat gigiku rontok. Namun semua itu tak masalah sungguh, asal bisa benar-benar membuat ASI-ku keluar dan aku bisa menyusui Nara. Nara sudah tidur sementara sore ini aku sama sekali tak menghasilkan ASI untuk anakku. Apa saat ini aku mengalami sindrom baby blues? Seperti ini rasanya? Aku tak biasanya menangis hanya karena ibu yang seolah mengintimidasiku. Dan aku benar-benar tak ingin berpikir seperti itu. Pintu terbuka, menunjukkan Saga yang baru saja pulang. Terlihat ia sudah bersih dan berganti p

