“Ih ... kamu benar-benar ya, Bang. Bikin aku jantungan saja,” ucap Tiara setelah sadar kembali dari rasa kagetnya.. Tiara mencubit tangan kekar yang berada di atas persneling mobil dengan gemas. “Tapi kamu suka kan, Sayang? Kalau suka, nanti boleh nambah,” goda Arie lagi yang langsung membuat wajah Tiara memerah. “Gak boleh! belum halal.” Tiara pura-pura manyun. “Ya deh, aku akan sabar seminggu lagi, tapi ... lamanya ya seminggu,” keluh Arie yang membuat Tiara tertawa melihat tampang melasnya. “Udah sampai belum, Ma?” tanya Tania mengagetkan mereka. “Duh ... jangan-jangan anak gadisku itu mendengar percakapan kami tadi,” pikir Tiara malu. Namun, melihat Tania yang masih menutup matanya membuatnya lega, berarti Nia benar-benar tidur barusan. “Belum, paling setengah jam lagi kita sam

