Chapter 13

1943 Words

Tania memang tetap memanggil Arie dengan panggilan Om. Tidak mau mengubahnya dengan panggilan Papa. Tiara dan Arie membiarkan saja. Bagi mereka asal nyaman saja buat anak gadis Tiara itu. “Mama istirahat di kamar dulu ya, Nia?” ucap Tiara sesaat kemudian. “Iya, Ma.” Sesampainya di kamar, Arie dengan penuh kasih sayang memijat kaki dan tangan Tiara yang rebahan di ranjang. Sang suami duduk di pinggir ranjang. “Duh … enaknya dipijit penuh cinta oleh suami gantengku.” Tiara merem melek dibuatnya. “Sayang. Rumah kita sudah hampir selesai dibangun.” Arie berkata sambil mengelus rambut istrinya penuh kasih. “Alhamdulillah, Bang. Senangnya nanti kita menempati rumah itu bersama anak-anak kita,” jawab Tiara dengan mata berbinar bahagia. Sudah tiga bulan ini Arie membangun sebuah rumah di ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD