Mengadu domba

1192 Words
Bab 7 pov mbak pita Malas juga rasanya kalo berlama lama di rumah si nita. Ahk yang penting aku sudah kasih tau bahwa ibu mertua kita tuh hanya berpura pura sakit saja. Biar nita juga tambah kesal sama ibu mertua. Hahahaha emang enak.... [Hmm gimana kalo aku adu domba mereka berdua aja ya? Kan asik tuh, ] Sesampai di rumah ku lihat ibu mertua sedang duduk santai di kursi sambil menonton TV. Ada juga mas Danu yang duduk di kursi, nampaknya mas Danu gak kerja deh... "Mas Danu, kamu gak kerja" ? "Gak pit, karena bos kami lagi keluar kota, jadi selama beberapa hari ini kami libur sementara" Jawab mas Danu. "Oh gitu".... Aku duduk di kursi antara mas Danu dan ibu mertua. " Oh ya bu, aku tadi barusan dari rumah si nita" Lanjut ku mengganggu ibu nonton. "Terus" ??? Tanya ibu mertua singkat. Ihh dasar ni nenek nenek ya... Orang mau cerita malah di tanggapi cuek. "Tadi tuh nita berkata bahwa, dia itu gak membutuh kan ibu katanya" Ku lanjut supaya buat ibu menanggapi ceritaku. "Hah?? Masa iya pita"? Tanya mas Danu yang ikut penasaran. " Iya mas, tadi itu yah nita bilang, dia tau bahwa ibu berpura pura sakit" " Kok dia bisa tau pit" Tanya ibu mertua, udah mulai nyambung. "Iya bu, aku heran deh sama nita itu ya, gak bersyukur, ibu udah bantu dia kemarin. " Emang dasar dia itu ya, menantu yang gak tau di untung. Udah syukur ibu kemarin mau ngurusin anaknya yang gak berguna itu, tapi sekarang malah dia bilang gak butuh ibu lagi" Ibu mertua seperti nya udah mulai terpancing dengan gosip yang ku buat. [Rasain tuh nita]. "Makanya bu, ibu gak usah lagi datang datang ke rumah mereka itu, dan ku tekan kan sama ibu ya, jangan pernah sekali sekali ibu sentuh anak nya itu". Mas Danu juga udah terpancing emosi kayak nya. " Iya, ibu juga malas datang ke sana, gak ada untung nya juga buat ibu. Dasar ya si nita gak tau di untung"..... [Hahaha senang rasanya mengadu domba ibu dan nita, malah mas Danu juga ikut terpancing]. Emang gue pikirin... Emang sih, nita gak ada salah sama saya, tapi aku gak suka sama dia. Sok sok mau meniru dan menandingi saya? Oh mana bisa, Lagian pun nita itu gak sebanding lah dengan ku, di tambah lagi kan dia gak satu suku dengan kami. Biar dirasakan dia, bagaimana bergabung dengan suku kami.. "Kamu juga pita, gak boleh lagi datang datang ke sana ya" Lanjut mas Danu. "Iya mas, lagian untuk apa aku ke sana, kayak gak ada kerjaan aja aku". " Kok jadi aku yang emosi ya, nita bilang gak butuh ibu lagi, emang orang tua itu babu apa?? Orang tua itu di sayang dan di cintai, bukan malah menjadi kan babu di rumahnya itu" Lanjut mas Danu yang masih gak terima. " Iya Danu, kamu aja gak Terima, apalagi ibu, pengen rasanya menjambak jambak rambut si nita itu, biar dia tau rasa, gak tau bersyukur tu anak" Ibu mertua juga masih kesal dengan nita. "Makanya bu, jadi orang itu jangan terlalu baik, nanti malah di injak injak kita". Nampak terlihat mas Danu dan ibu mertua kesal dengan nita. Setelah selesai membuat cerita yang gak benar, aku langsung masuk ke kamar. Dan ku lihat mas Danu sedang asik dengan handphone nya, aku gak tau entah apa yang di kerjakan mas Danu di handphone nya itu, yang jelas dia serius sekali. tapi ku lihat ibu mertua menuju keluar pintu, dia mau ngapain ya?? Atau jangan jangan dia mau melabrak si nita ke rumah nya??? Sembari golek golek di kamar aku ambil handphone ku untuk melihat sekilas dunia maya. Ku buka f*******:, aku agak kaget setelah melihat status mas Danu lewat dari beranda ku. Sepertinya mas Danu sudah termakan omongan ku tadi deh. Sampai sampai mas Danu bawa bawa ke dunia maya buat status.... Omaigad..... Ku lihat status mas Danu : " Dasar orang yang gak tau di untung, sudah di bantu malah bilang nya gak butuh, orang tua itu udah capek bantu kau, malah kau bilang gak butuh. Orang tua itu bukan pembantu, tapi orang tua itu maunya di sayangi dan di cintai". Hahaha, seperti nya gak susah ya buat orang percaya dengan omongan kita,, Bukti nya mas Danu sampai terbawa arus tuh. Tapi ada senang nya juga sih, berhasil membuat mereka saling membenci. Banyak juga komentar komentar orang yang terlihat di status mas danu. Ada yang komentar buruk lah buat si nita, ada juga komentar yang sok mendamai kan lah.... Astaga... Apa aku gak salah lihat?? Ari juga ikut berkomentar di status mas danu?? " Maksud status mas ini apa sih"??? "Gak usah sok lah kamu Ari, itu status memang ku tujukan buat kalian, terutama istri kesayangan mu itu, yang katanya gak butuh ibu lagi" Mas Danu juga membalas komentar Ari. " Mas, ini kan bisa di bicarakan baik baik, secara kekeluargaan. Gak perlu juga lah mas untuk mengumbar-umbar kan di public" Balas Ari yang masih gak Terima dengan status mas Danu. " Ya terserah saya dong, kok kamu yang ngatur ngatur hidup saya? Status, status ku. f*******:, f*******: ku. Kok situ yang ribet sih" Balasan komentar mas Danu yang gak mau kalah. Aku melihat mereka berdebat di dunia maya, hanya bisa senyum senyum. Tadi nya sih aku hanya mengadu domba kan ibu mertua dan nita, eh malah ikut ikutan juga yang kakak adik, mas Danu dan Ari. Ahk... Lega rasanya melihat perdebatan mereka. Sekarang tinggal melihat reaksi dan tindakan ibu mertua. Di depan pintu aku berdiri sambil memegang handphone ku, tiba tiba tetangga ku lewat depan rumah, dan memanggil ku. Ada apa ya? Kok tumben tumbenan... "Pita, sini lah bentar," panggil mpok desi tetangga ku yang juga satu suku dengan kami. "Iya mpok, ada apa ya" Tanya ku. " Apa benar adik ipar mu si nita itu bilang , bahwa dia gak butuh ibu mertua kalian lagi"? Pertanyaan mpok desi membuat ku bingung dan sekaligus terkejut, dari mana mpok desi tau itu?? Aku gak ada cerita kok. "Mpok tau dari mana"? Tanya ku penasaran. " Bu ida, sendiri kok yang bilang tadi" Hah?? Jadi ini yang dilakukan ibu mertua ku pergi keluar, untuk menyebarkan gosip juga?? Hahaha,,, kok seperti ini ya?, tapi kok senang kali rasanya dengan satu kata bisa membuat banyak orang percaya. " Ohh iya mpok, nita sendiri loh yang bilang gitu sama aku" Lanjut ku membenarkan gosip yang di sebarkan ibu mertua ku. " Ihh si nita kok ke gitu ya, gak bersyukur dia, ibu ida sudah membantu dia" Lanjut mpok desi menyalahkan nita. " Iya mpok, aku juga gak nyangka dia bisa bilang seperti itu". "Kalo aku sebagai ibu ida ya, udah ku labrak tuh si nita ke rumahnya, enak aja dia bilang begitu". "Kamu juga jangan begitu ya pita, jangan buat suku kita malu, meskipun itu ibu mertua, tapi dia itu kan ibu kandung dari suami kita" Lanjut mpok desi menasehati aku. "Iya mpok, santai aja kali, aku mah bukan gitu orang nya" Ucap ku membela diri ku. Setelah ngomong menasehati ku mpok desi pun pergi berlalu menuju rumah nya. Hati ku rasanya senang sekali, bisa buat orang orang percaya dengan omongan ku. Bersambung......
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD