Suamiku Menghilang Setiap Malam Bab 20 : Memakan Tulang Belulang Aku hendak membuka mata, tapi pandangan terasa gelap. Tangan dan kaki ini terasa terikat, mulut juga terasa ditempel plester, mataku juga pasti sedang terikat makanya aku tak bisa melihat. Tak mungkin aku jadi buta, sebab pada kesadaranku yang terakhir, aku tidur bersama Mas Gilhan. Eh, kok aku bisa pulang bersamanya? Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bukannya aku akan menggugatnya cerai dan tak mau bertemu dengan pria yang bersekutu dengan iblis itu lagi? Ingatanku kembali ke waktu di mana aku baru saja bangun dari pingsan ketika selesai di ruqyah. Saat itu Mama mengatakan kalau Ustad Bumi sudah pulang dan Papa sudah membuat janji untuk kembali meruqyahku esok paginya lagi. “Sin, pesan dari Ustad Bumi, pikiranmu ta

