Suamiku Menghilang Setiap Malam Part 19 (POV Gilhan 2 : Ruang Bawah Tanah) Kupacu mobil dengan kecepatan sedang dengan sambil berusaha menelepon Sindy, tapi semua tetap nihil, dia tak juga mengangkatnya dan tak membuka chatku. Ada apa ini? Aku jadi curiga kalau dia mengetahui misiku. Aku memutar otak dan menekan nomor ponsel Ana, dia harus melakukan sesuatu untukku. “Ana, lakukan ritualmu sekarang!” perintahku saat telepon sudah tersambung kepadanya. “Baik, Tuan!” jawab Ana dengan nada datar. Aku segera memutuskan sambungan telepon dan tinggal menunggu hasilnya. Biasanya Ana tak pernah membuatku kecewa, apalagi kemarin aku telah memberinya pelajaran, ia pasti takkan berani menentangku lagi. Taklama kemudian, mobilku kini telah tiba di depan kediaman orangtua Sindy, mertuaku. Kuliri

