Penyesalan seorang ayah

2125 Words

Sebuah tawa terdengar begitu keras, aku ingat saat ini berdiri bersama siapa. Sang Kaisar yang tentu saja memiliki musuh dimanapun. Salah seorang pria keluar dari persembunyian. “Siapa yang menyangka kita menemukan mangsa bahkan tanpa perlu bersusah payah,” ujaran yang membuatku menaikan sebelah alisku. Kesedihan barusan berubah menjadi sebuah gelombang lain. Namun yang membuatku aneh adalah pandangan mereka tidak seperti sedang mengincar Achazia. Melainkan padaku. Ahh… aku lupa, saat ini aku juga calon Kaisar dari sebuah negara besar. Tentu saja yang menjadikan aku target pembunuhan juga bermunculan. Sebab aku juga telah membuat sebuah gebrakan besar di pertemuan saat Feliks memperkenalkanku dimuka umum untuk pertama kalinya sebelum penobatanku. Sepertinya sekarang aku sudah dengan jelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD