“Apa yang sedang anda lakukan ditempat ini Yang Mulia Kaisar?” aku tidak perlu menolehkan kepalaku untuk menebak siapa yang berada dibelakangku. Mataku justru lebih terfokus pada sebuah titik merah dikejauhan sebelum melepaskan anak panahku yang kembali menancap dititik target dengan sangat tepat. Tidak kuperlukan juga basa basi yang berlebihan, meskipun secara harfiah dia adalah tuan rumah ditempat ini. “Kemampuan anda sungguh sangat mengagumkan, Yang Mulia,”lanjut perempuan itu lagi tanpa tahu malu meski sudah aku abaikan dengan sedemikian rupa. Dia nampak berdiri tegak, bahkan berani bersidekap, ikut menatap papan target dikejauhan. “Siapa yang mengajari anda?” tanyanya sekali lagi dengan sebuah senyuman palsu yang bertengger diwajahnya yang semakin membuatku muak. Aku yang memang sej

